TUAL — Dua nelayan asal Kota Tual, Maluku Tenggara, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah longboat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan Pulau Baer. Keduanya, Lanoho Latarisa (65) dan Aan (43), ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 09.45 WIT setelah sempat dilaporkan hilang kontak.
Proses pencarian berlangsung relatif singkat. Informasi mengenai kondisi membahayakan jiwa itu diterima Pos SAR Tual pada pukul 08.40 WIT dari seorang warga bernama R. Arjan.
"Dia melaporkan ada dua orang nelayan meminta bantuan SAR akibat motor tempel yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di sekitar perairan Pulau Baer," ujar Koordinator Pos SAR Tual, Masly Roger Ulath, dalam keterangan yang diterima di Ambon.
Menurut keterangan resmi, kedua nelayan tersebut diketahui telah pergi melaut sejak 23 Mei 2026 di sekitar perairan Pulau Baer. Rencananya, mereka akan kembali ke Kota Tual pada hari kejadian, Minggu.
Namun, dalam perjalanan pulang, motor tempel yang menjadi andalan mereka mengalami kerusakan. Hal inilah yang menyebabkan keduanya terombang-ambing tanpa daya hingga akhirnya ditemukan oleh tim SAR.
Begitu laporan diterima, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 09.00 WIT. Hanya dalam waktu 45 menit, tim berhasil menemukan posisi kedua nelayan tersebut. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Desa Nam, Kota Tual, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
"Setelah dilaporkan dan dilaksanakan operasi SAR, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga," tambah Ulath.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi nelayan di wilayah kepulauan untuk selalu memeriksa kelayakan mesin dan membawa perlengkapan keselamatan sebelum berlayar, mengingat cuaca dan kondisi perairan yang kerap berubah.