Dua Nelayan Tual Selamat Setelah Longboat Rusak dan Terombang-ambing di Perairan Pulau Baer Selama Berjam-jam

Penulis: Yasir  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 15:37:01 WIB
Tim SAR Tual mengevakuasi dua nelayan yang terombang-ambing di perairan Pulau Baer.

TUAL — Lanoho Latarisa (65) dan Aan (43) akhirnya bisa kembali ke daratan setelah nyaris dua jam terombang-ambing di laut. Kedua nelayan ini ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim penyelamat setelah mesin motor tempel longboat yang mereka gunakan tiba-tiba mati total saat hendak pulang melaut.

Kronologi: Berangkat Sejak Sabtu, Mesin Mati Saat Perjalanan Pulang

Kedua nelayan diketahui berangkat melaut sejak Sabtu (23/5/2026) dan dijadwalkan kembali ke Tual pada Minggu pagi. Namun, dalam perjalanan pulang, mesin longboat yang mereka gunakan mengalami kerusakan, menyebabkan perahu tidak bisa melanjutkan perjalanan dan mulai hanyut terbawa arus laut.

Laporan kondisi membahayakan jiwa manusia diterima Pos SAR Tual sekitar pukul 08.40 WIT dari seorang pelapor. Koordinator Pos SAR Tual, Masly Roger Ulath, mengatakan tim langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian pada pukul 09.00 WIT.

Proses Evakuasi: Ditemukan dalam Waktu 45 Menit

“Bersama Tim SAR Gabungan, kami bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 09.00 WIT dan berhasil menemukan kedua korban pada pukul 09.45 WIT,” ujar Ulath. Selanjutnya, kedua nelayan dievakuasi menuju Desa Nam, Kota Tual, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, menambahkan bahwa setelah menerima laporan, tim langsung melakukan operasi pencarian. Keberhasilan evakuasi ini disebut berkat koordinasi cepat antara Pos SAR Tual dan nelayan setempat yang ikut memantau pergerakan arus di sekitar Pulau Baer.

Kondisi Terkini: Kedua Nelayan dalam Keadaan Sehat

Setibanya di Desa Nam, kedua nelayan langsung diperiksa kesehatannya oleh tim medis setempat. Beruntung, Lanoho dan Aan tidak mengalami cedera serius dan hanya mengalami kelelahan setelah berjam-jam terombang-ambing di laut lepas.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi nelayan di wilayah Maluku Tenggara untuk selalu memeriksa kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum berlayar, terutama saat cuaca dan arus laut tidak menentu.

Reporter: Yasir
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top