Cegah Aksi Bunuh Diri Berulang, Pemkot Ambon Pasang CCTV Berbasis AI di Jembatan Merah Putih

Penulis: Saiful  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 14:04:46 WIB
Pemkot Ambon pasang CCTV berbasis AI di Jembatan Merah Putih untuk deteksi dini perilaku berisiko.

AMBON — Ratusan kamera pengawas (CCTV) yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) akan segera dipasang di sepanjang Jembatan Merah Putih (JMP), Ambon. Sistem ini dirancang untuk secara otomatis mengenali perilaku berisiko, seperti seseorang yang berdiri terlalu lama di tepi jembatan atau menunjukkan gestur mencurigakan lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengatakan pemasangan CCTV ini menjadi prioritas setelah beberapa kali terjadi aksi bunuh diri di lokasi yang sama. “Sistem akan memberi peringatan dini otomatis ke petugas di lapangan begitu terdeteksi situasi darurat,” ujarnya, Kamis (21/5).

Teknologi AI untuk Deteksi Perilaku Berisiko

Tidak seperti kamera pengawas biasa, CCTV yang akan dipasang memiliki kemampuan analisis visual berbasis AI. Sistem ini bisa membedakan antara pengunjung yang sekadar berfoto atau berjalan santai dengan mereka yang menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis.

Menurut Lekransy, teknologi ini menjadi kunci dalam membangun sistem pencegahan dini yang efektif. “CCTV yang dipasang sebaiknya berbasis AI, sehingga mampu mendeteksi secara otomatis gerakan maupun perilaku mencurigakan,” jelasnya.

Akses Pemantauan Terpadu dengan BPJN

Salah satu tantangan teknis yang dihadapi adalah status kepemilikan jembatan. JMP merupakan kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), sehingga pemkot harus berkoordinasi untuk mendapatkan hak akses pemantauan terhadap perangkat CCTV yang sudah terpasang di sana.

“Karena JMP merupakan kewenangan BPJN, maka akses ini penting agar pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dapat melakukan pengawasan secara langsung, terpadu, dan sinkron,” kata Lekransy.

Bukan Sekadar Pengawasan Fisik

Pemkot Ambon menegaskan bahwa pendekatan keamanan saja tidak cukup untuk menekan angka percobaan bunuh diri. Lekransy menyebut, dukungan keluarga dan lingkungan sosial menjadi faktor yang sama pentingnya.

“Keluarga harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga yang mengalami tekanan mental maupun persoalan sosial berat. Peran tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat juga sangat penting,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi aksi cepat aparat TNI, Polri, dan warga yang beberapa kali berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri di JMP. Masyarakat diminta tidak ragu melapor jika melihat warga dengan kondisi emosional tidak stabil di sekitar jembatan.

Dengan keterlibatan masyarakat, dukungan teknologi, dan pendampingan psikologis yang berkelanjutan, Pemkot optimistis fenomena percobaan bunuh diri di kawasan JMP bisa ditekan secara signifikan.

Reporter: Saiful
Sumber: siwalima.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top