MALUKU — LG UltraGear 52G930B bukan sekadar monitor besar. Diagonal 52 inci, kelengkungan 1000R, dan resolusi 5K2K menjadikannya kuda kerja sekaligus barang mewah. Tom's Hardware baru merampungkan ulasan penuhnya. Hasilnya: gila, tapi mahal.
Panel VA 52 inci ini membawa resolusi 5120 x 2160 (21:9). Kerapatan piksel mencapai 108 ppi — setajam monitor QHD 27 inci standar. Lengkungan 1000R sangat ketat, setara radius lingkaran selebar dua meter.
Monitor mendukung refresh rate 240 Hz melalui DisplayPort 2.1 atau HDMI 2.1. Adaptive-Sync mencegah robek gambar. Kecerahan puncak mencapai 625 nit di mode HDR, dengan sertifikasi VESA DisplayHDR 600. Kontras dinamis diklaim tembus 16.000:1 berkat fitur peredupan lokal.
Tom's Hardware mencatat cakupan warna DCI-P3 mencapai 94,4 persen. Akurasi warna setara monitor profesional sejak pertama kali dinyalakan. Kecerahan SDR terukur di atas 450 nit, cukup untuk ruang terang.
Speaker internal terdengar baik untuk monitor sebesar ini. Fitur andalannya adalah DTS Headphone:X, yang menciptakan efek suara surround di dalam kepala. Sangat membantu untuk game kompetitif atau simulasi yang mengandalkan posisi suara. Pemrosesan video mulus dengan input lag rendah — tanpa backlight strobe, motion handling tetap impresif.
Tidak ada remote control di dalam kotak. Navigasi menu OSD hanya bisa dilakukan lewat tombol fisik di monitor atau aplikasi LG Switch dari desktop Windows. LG juga menyediakan LG Calibration Studio untuk kalibrasi warna profesional.
Ketiadaan backlight strobe berarti monitor ini tidak memiliki sertifikasi blur reduction. Namun, untuk kebanyakan pemain, Adaptive-Sync 240 Hz sudah lebih dari cukup.
Menjalankan 11 juta piksel pada 240 Hz membutuhkan kartu grafis setidaknya NVIDIA RTX 4090 atau AMD Radeon RX 7900 XTX. Tanpa itu, pengguna harus menurunkan pengaturan grafis atau menggunakan resolusi lebih rendah. Tom's Hardware menekankan bahwa monitor ini semahal sistem pendukungnya.
Konektivitas mencakup DisplayPort 2.1, HDMI 2.1, dan USB-C dengan dukungan pengisian daya. Port USB tambahan memungkinkan koneksi periferal langsung ke monitor. Catu daya eksternal berukuran besar, siap memakan ruang di bawah meja.
Monitor ini bukan untuk pemain biasa. Dengan harga Rp 28 juta plus biaya PC gaming kelas atas, total investasi bisa menembus Rp 50-70 juta. Target pasarnya jelas: penggemar simulator (balap, penerbangan, kereta) yang ingin menggantikan tiga monitor 27 inci dengan satu panel raksasa tanpa bezel. Bagi yang punya dana dan ruang meja selebar 1,2 meter, LG UltraGear 52G930B adalah pengalaman gaming paling imersif yang bisa dibeli saat ini.