Rektor Unpatti Desak Evaluasi Prodi Sepi Peminat: Kurikulum Jadi Pangkal Persoalan

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45:34 WIB
Rektor Unpatti dorong evaluasi mendalam terhadap program studi dengan peminat menurun.

AMBON — Seruan evaluasi program studi (prodi) sepi peminat di Universitas Pattimura (Unpatti) akhirnya mencuat. Rektor Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd secara terbuka meminta kajian mendalam segera dilakukan, tidak sekadar berfokus pada pembukaan prodi baru.

Mengapa Evaluasi Prodi Mendesak Dilakukan Sekarang?

Penurunan jumlah mahasiswa yang signifikan di beberapa prodi menjadi alarm bagi keberlanjutan institusi. “Kita jangan hanya fokus membuka program studi baru, tetapi juga harus berani mengevaluasi program studi yang peminatnya sangat sedikit. Ini perlu kajian serius demi keberlanjutan institusi,” tegas Fredy saat memberi sambutan pada Rapat Kerja Senat Unpatti, Selasa (12/5/2026).

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Unpatti tidak akan mempertahankan prodi yang tidak lagi diminati pasar. Langkah evaluasi dinilai krusial agar sumber daya kampus dapat dialokasikan secara lebih efektif.

Kurikulum: Akar Masalah dan Solusi

Rektor menekankan pembenahan tidak bisa parsial. Kurikulum disebut sebagai inti utama yang harus diperbaiki terlebih dahulu. “Kalau kurikulum tidak dibenahi, maka standar-standar lainnya juga akan sulit berkembang. Kurikulum adalah fondasi utama dari seluruh proses akademik,” jelasnya.

Seluruh standar pendidikan—mulai dari tata kelola, sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga penganggaran—harus mendukung pencapaian kurikulum. Tanpa fondasi yang kuat, kata Fredy, prodi mana pun akan sulit bersaing.

Ada Sisi Positif: Kedisiplinan Dosen Diakui Mahasiswa

Di tengah sorotan terhadap prodi sepi peminat, Rektor mengungkapkan kabar baik. Saat kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ke kampus, mahasiswa justru memberikan penilaian positif terhadap kedisiplinan dosen. “Mahasiswa menyampaikan bahwa dosen-dosen Unpatti rajin mengajar di kelas. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh dosen mulai terlihat hasilnya,” ungkap Rektor.

Pengakuan ini menjadi modal berharga. Namun, kedisiplinan mengajar saja tidak cukup jika kurikulum dan daya tarik prodi tidak diperbarui.

Senat Unpatti Siapkan Program Kerja Dua Tahun ke Depan

Rapat kerja senat yang digelar ini bukan sekadar formalitas. Ketua Senat Unpatti Prof. Dr. Tonny D. Pariela, M.A menyebut forum ini strategis untuk menyepakati program kerja tahun 2026 sekaligus merencanakan tahun 2027 secara kolektif.

“Rapat kerja ini sangat penting dan bernilai strategis karena menjadi forum representatif untuk menyepakati dan mengambil keputusan tentang apa yang akan kita lakukan sepanjang tahun 2026 serta merencanakan tahun 2027,” ujar Prof. Pariela.

Ia mengakui rapat kerja senat kali ini berlangsung setelah universitas lebih dulu melaksanakan rapat kerja beberapa bulan sebelumnya. Namun, forum senat tetap diperlukan sebagai bagian dari mekanisme kelembagaan dalam pengambilan keputusan akademik.

Senat Unpatti berkomitmen memperkuat peran kelembagaan melalui optimalisasi fungsi komisi-komisi senat. Dalam rapat tersebut, para wakil rektor juga memaparkan berbagai persoalan strategis serta langkah penanganannya selama periode 2025–2026.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Prodi Sepi Peminat?

Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk meninggalkan ego sektoral. “Selama ini kita sering terjebak dalam ego sektoral, ego unit, bahkan ego pribadi, padahal kita memiliki potensi besar jika bergerak bersama,” ujarnya.

Evaluasi prodi sepi peminat menjadi ujian pertama bagi semangat kolektif yang didengungkan Rektor. Keputusan untuk menutup atau merestrukturisasi prodi akan menjadi langkah berani yang menentukan arah Unpatti ke depan.

Reporter: Ragil
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top