Gubernur Maluku Ajak Generasi Muda Kobarkan Api Pattimura, Lawan Kemiskinan dan Kebodohan di Era Modern

Penulis: Fajar  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55:05 WIB
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memimpin upacara peringatan HUT Pattimura ke-209 di Saparua.

AMBON — Seruan itu disampaikan Gubernur Hendrik Lewerissa saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pattimura ke-209 di Lapangan Merdeka Saparua, Jumat (15/5). Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar mengenang tanggal 15 Mei 1817, tetapi benar-benar menghidupkan api perjuangan Pattimura di dada setiap anak Maluku.

Pesan Pattimura Sebelum Digantung: 'Pattimura Muda Akan Bangkit'

Dalam pidatonya, gubernur mengingatkan pesan terakhir Kapitan Pattimura sebelum tiang gantungan merenggut nyawanya di depan Benteng Victoria, Kota Ambon. “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura muda akan bangkit,” ujarnya mengutip wejangan sang pahlawan nasional.

Pesan itu, kata gubernur, menjadi mandat bagi generasi sekarang. Jika dahulu Pattimura mengangkat parang dan salawaku melawan kolonialisme yang merampas hak rakyat, maka hari ini tantangannya berbeda namun tak kalah berat. “Kita harus melawan kemiskinan, kebodohan, ketimpangan, keterbelakangan pembangunan, ketertinggalan teknologi, serta berbagai ancaman yang dapat melemahkan persatuan dan kedaulatan bangsa,” tegas Lewerissa.

Target Indonesia Emas 2045: Maluku Tak Boleh Jadi Penonton

Gubernur menekankan bahwa saat ini Maluku berdiri di gerbang sejarah menuju Indonesia Emas 2045. Ia meminta agar provinsi itu tidak menjadi penonton di negerinya sendiri. “Maluku harus tampil di garis depan sebagai kekuatan besar pembangunan di kawasan timur Indonesia, unggul sumber daya manusianya, kuat ekonomi kelautan dan perikanannya, maju daerahnya serta kokoh persaudaraannya,” paparnya.

Untuk mewujudkan itu, generasi muda diminta berani berinovasi, keluar dari zona nyaman, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi. “Kalian adalah Pattimura muda masa kini. Kobarkan semangat juang, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bangun daya saing global,” pinta gubernur.

Jati Diri Orang Maluku: Pela Gandong dan Semangat Siwalima

Lewerissa juga mengingatkan agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budaya. Mereka harus memegang teguh nilai pela gandong dan semangat Siwalima yang menjadi jati diri orang Maluku, serta semangat Lawamena Haulala. “Mari katong satukan hati. Rapatkan barisan, bergandengan tangan dan bergerak bersama membangun Maluku tercinta,” ajaknya.

Peringatan HUT Pattimura tahun ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat. Gubernur berharap semangat kepahlawanan tidak hanya dikenang dalam seremoni, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata membangun daerah dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Reporter: Fajar
Sumber: siwalima.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top