Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Pimpin Upacara Hari Pattimura ke-209 di Saparua, Serukan Semangat Perjuangan Lawan Kemiskinan

Penulis: Saiful  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 16:21:39 WIB
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memimpin upacara peringatan Hari Pattimura ke-209 di Saparua.

SAPARUA — Pemerintah Provinsi Maluku menggelar upacara peringatan Hari Pattimura ke-209 di Lapangan Merdeka Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (15/5/2026). Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memimpin langsung jalannya upacara selaku Upu Latu Maluku.

Dalam sambutannya, Lewerissa menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Hari ini kita tidak hanya berdiri di atas tanah para raja, tetapi di atas darah, keringat, dan air mata para pejuang. Semangat Pattimura harus terus menyala di dada setiap anak Maluku,” ujarnya.

Perjuangan Masa Kini: Melawan Kemiskinan dan Ketimpangan

Lewerissa mengingatkan pesan Kapitan Pattimura yang menyatakan bahwa “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit”. Ia menekankan, semangat itu kini harus diwujudkan dalam kerja nyata membangun daerah.

Menurutnya, perjuangan generasi sekarang tidak lagi berhadapan dengan penjajahan fisik. “Kita melawan kemiskinan, ketimpangan pembangunan, keterbelakangan teknologi, dan berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa,” tegas Lewerissa di hadapan peserta upacara.

Maluku Menuju Indonesia Emas 2045

Mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”, Lewerissa mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan. Ia juga mendorong inovasi dan pengelolaan sumber daya alam secara optimal demi kesejahteraan rakyat.

“Maluku harus mampu tampil sebagai kekuatan pembangunan di kawasan timur Indonesia. Dengan sumber daya manusia unggul, ekonomi kelautan dan perikanan yang kuat, serta persaudaraan yang kokoh,” kata Lewerissa.

Pesan untuk Generasi Muda: Jadi Pattimura-Pattimura Masa Kini

Kepada generasi muda, Gubernur menyampaikan pesan khusus. Mereka diminta menjadi “Pattimura-Pattimura muda masa kini” dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki daya saing global.

Namun, Lewerissa mengingatkan agar semangat modernitas tidak melunturkan identitas budaya. “Tetap jaga nilai budaya, Pela Gandong, dan semangat Siwalima sebagai identitas masyarakat Maluku,” pesannya.

Prosesi Obor Pattimura dan Peletakan Bunga

Rangkaian upacara ditandai dengan prosesi penyerahan Obor Pattimura dari Upulatu Maluku Tengah kepada Upulatu Maluku. Acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan bunga oleh Upulatu Maluku, Bupati Maluku Tengah, dan para ahli waris.

Peringatan tahun ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengingatkan kembali nilai-nilai perjuangan di tengah tantangan pembangunan yang kian kompleks. Pemerintah berharap semangat Pattimura mampu mendorong percepatan pembangunan di Maluku. (Diskominfo Maluku)

Reporter: Saiful
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top