MALUKU — Samsung bekerja sama dengan operator LG Uplus untuk memasarkan Galaxy Buddy 5 secara eksklusif di Negeri Ginseng. Tersedia dalam satu varian memori yaitu RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB, ponsel ini hadir dengan tiga pilihan warna: Black, Blue, dan Grey. Konsumen di sana juga bisa memanfaatkan program trade-in atau tukar tambah untuk mendapatkan poin Naver Pay sebagai bonus tambahan.
Unit ini dijual dengan harga resmi KRW 528.000 atau jika dikonversi berada di angka Rp 5,8 jutaan. Untuk merangsang minat pembeli, Samsung memberikan insentif berupa poin Naver Pay senilai KRW 20.000 (sekitar Rp 235 ribu) bagi pengguna yang melakukan tukar tambah ponsel lama mereka. Bahkan, untuk perangkat tertentu yang masuk dalam daftar khusus, bonus poin bisa mencapai KRW 50.000 (sekitar Rp 580 ribu).
Meskipun saat ini hanya tersedia melalui jaringan LG Uplus di Korea Selatan, spesifikasi yang diusung sangat identik dengan Galaxy A17 5G. Hal ini memberikan gambaran bagi konsumen global mengenai standar baru Samsung untuk jajaran ponsel kelas menengah bawah di tahun 2026.
Visual menjadi salah satu nilai jual utama berkat penggunaan panel Super AMOLED berukuran 6,7 inci. Layar dengan desain Infinity-U ini mendukung resolusi Full HD+ dan refresh rate 90Hz untuk pergerakan konten yang lebih mulus. Dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 800 nits, tampilan layar diklaim tetap terlihat jelas meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Dapur pacunya mengandalkan chipset Exynos 1330 dengan fabrikasi 5nm yang sudah mendukung konektivitas 5G sub-6GHz. Penggunaan arsitektur 5nm ini menjanjikan efisiensi daya yang lebih baik untuk penggunaan harian. Samsung juga menyematkan sensor sidik jari pada bagian samping (side-mounted) untuk sistem keamanan biometrik yang cepat.
Sektor fotografi Galaxy Buddy 5 mengalami peningkatan signifikan dengan hadirnya fitur Optical Image Stabilization (OIS) pada kamera utama 50MP. Fitur OIS berfungsi meminimalkan guncangan saat memotret atau merekam video, sehingga hasil gambar tetap tajam meski dalam kondisi minim cahaya. Kamera utama ini didampingi oleh lensa ultrawide 5MP dan lensa makro 2MP.
Untuk kebutuhan swafoto, tersedia kamera depan 13MP yang tertanam pada poni layar. Ponsel ini mampu merekam video dengan resolusi maksimal 1080p pada 30fps, baik menggunakan kamera depan maupun belakang. Meski tidak memiliki speaker stereo, Samsung tetap mempertahankan kelengkapan fitur lain seperti NFC, Bluetooth 5.3, dan Wi-Fi 5.
Hal yang cukup mengejutkan adalah komitmen Samsung dalam memberikan dukungan perangkat lunak jangka panjang. Galaxy Buddy 5 yang menjalankan Android 16 dengan antarmuka One UI 8.0 dijanjikan akan menerima pembaruan hingga lima tahun ke depan. Kebijakan ini membuat usia pakai ponsel menjadi lebih lama dibandingkan kompetitor di kelas harga yang sama.
Daya tahan perangkat didukung oleh baterai berkapasitas 5.000mAh yang kompatibel dengan pengisian daya cepat 25W melalui port USB Type-C 2.0. Selain itu, sertifikasi IP54 memberikan perlindungan tambahan terhadap debu dan percikan air, sebuah fitur yang sangat berguna untuk menjaga durabilitas ponsel dalam pemakaian jangka panjang oleh berbagai kelompok usia.
Secara teknis tidak ada perbedaan spesifikasi. Galaxy Buddy 5 adalah nama resmi untuk pasar Korea Selatan (rebranded) yang dijual eksklusif melalui operator LG Uplus, sementara Galaxy A17 5G adalah nama untuk pasar global.
Ponsel ini sudah dilengkapi fitur OIS (Optical Image Stabilization) pada kamera 50MP yang membantu hasil rekaman lebih stabil dari guncangan, namun resolusi perekaman maksimal masih terbatas di 1080p 30fps.
Galaxy Buddy 5 memiliki sertifikasi IP54, yang artinya tahan terhadap debu dan percikan air ringan. Namun, ponsel ini tidak dirancang untuk direndam di dalam air atau terkena semprotan air bertekanan tinggi.