AMBON — Fenomena Super New Moon atau fase bulan perigee yang bertepatan dengan bulan baru pada 17 Mei 2026 dipastikan akan meningkatkan tinggi muka air laut maksimum di perairan Maluku. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncoro menyatakan potensi banjir rob ini sudah terpantau dari data water level dan prediksi pasang surut.
"Peristiwa alam ini harus diwaspadai dan warga bersiaga selalu karena berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata Djati di Ambon, Kamis.
Banjir pesisir diprediksi tidak terjadi serentak di seluruh titik. Djati menjelaskan potensi gelombang pasang dan rob berbeda waktu—hari dan jam—di tiap wilayah. Secara umum, periode kritis berlangsung dari 13 hingga 24 Mei 2026.
Enam wilayah yang masuk daftar waspada meliputi pesisir Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara), Kepulauan Aru, serta pesisir Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
BMKG mengingatkan dampak rob tidak hanya soal genangan air. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan dan mobilitas warga di pemukiman pesisir bisa terganggu jika air laut naik ke daratan.
"Sehingga untuk mencegah berbagai hal sejak dini, maka BMKG mengingatkan masyarakat terutama di wilayah pesisir untuk selalu waspadai saat melakukan aktivitas mereka," ucap Djati.
Masyarakat diminta tidak panik namun tetap siaga. BMKG juga mendorong warga memperbarui informasi cuaca maritim secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut yang cepat.