Wagub Maluku Apresiasi Perjuangan Orang Tua di Balik 29 Dokter Baru Unpatti Ambon

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 13:26:01 WIB
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath mengapresiasi perjuangan orang tua di balik keberhasilan 29 dokter baru Unpatti Ambon.

AMBON — Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menyoroti perjuangan orang tua di balik keberhasilan 29 dokter yang baru dikukuhkan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Ia menyebut banyak orang tua membiayai pendidikan anak dari hasil jual pala, cengkih, hingga berutang.

“Di balik keberhasilan seorang dokter, ada perjuangan besar orang tua. Ada yang membiayai dari hasil jual pala, jual cengkih, dari gaji PNS, polisi, tentara, bahkan ada yang harus berutang demi melihat anaknya berhasil menjadi dokter,” ujar Vanath dalam sambutannya di ruang theater Fakultas Kedokteran Unpatti, Rabu (13/5/2026).

Jadilah Dokter dengan Empati, Bukan Sekadar Pintar Akademik

Vanath menegaskan momentum yudisium dan sumpah dokter bukan sekadar seremoni akademik. Ia mengingatkan para dokter muda untuk terus belajar karena dunia kedokteran berkembang cepat seiring tantangan pelayanan kesehatan yang makin kompleks.

“Jadilah dokter yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat. Profesi dokter adalah profesi mulia karena bukan hanya bekerja untuk mencari nafkah, tetapi juga menyelamatkan dan memberi harapan bagi orang lain,” katanya.

Maluku Masih Kekurangan Dokter di Daerah Terpencil

Wagub menyoroti keterbatasan tenaga dokter di sejumlah wilayah Maluku, terutama di puskesmas dan daerah terpencil. Ia berharap para dokter muda bersedia mengabdi di lokasi yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Masyarakat di desa-desa terpencil juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik. Kehadiran seorang dokter di tempat seperti itu sering kali bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pendidikan Jadi Contoh Kerukunan di Maluku

Vanath juga mengaitkan pengukuhan dokter ini dengan semangat persatuan. Menurutnya, dunia pendidikan di Maluku menjadi contoh nyata kehidupan keberagaman, di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan suku bisa belajar bersama dalam suasana harmonis.

“Kalau kita ingin Maluku maju, maka Maluku harus tetap aman, damai, dan rukun. Pendidikan harus menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan dan kemajuan bersama,” tegasnya.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Rektor Unpatti, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, serta para tenaga pengajar dan orang tua mahasiswa.

Reporter: Sutomo
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top