Pemkot Ambon Dorong Pelajar Bijak Bermedsos Guna Tangkal Hoaks dan AI

Penulis: Yasir  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 23:01:49 WIB
Pemerintah Kota Ambon menggelar sosialisasi literasi digital untuk pelajar di MTs Negeri Ambon.

AMBON — Pemerintah Kota Ambon mulai mengintensifkan sosialisasi literasi digital ke sekolah-sekolah untuk membentengi pelajar dari dampak negatif media sosial. Agenda bertajuk “Bijak Bermedia Sosial” ini digelar di MTs Negeri Ambon pada Kamis (7/05/26) sebagai respons atas masifnya digitalisasi di berbagai aspek kehidupan.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan gawai. Pelajar saat ini dituntut memiliki kemampuan kritis dalam mengolah setiap informasi yang mereka terima di ruang siber.

“Literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring, dan menggunakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Bodewin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rustam Simanjuntak.

Penguatan Empat Pilar Literasi Digital di Lingkungan Sekolah

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Ambon menegaskan komitmennya untuk mendorong empat pilar utama literasi digital. Pilar tersebut meliputi kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, serta budaya digital yang diimplementasikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Kerja sama antara pemerintah, pihak sekolah, orang tua, hingga masyarakat dianggap menjadi kunci keberhasilan program ini. Tujuannya agar teknologi digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bertransformasi menjadi alat bantu belajar yang efektif dan aman bagi anak-anak.

Bagaimana Cara Menghadapi Tantangan AI dan Hoaks?

Kepala Diskominfosandi Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengingatkan para siswa mengenai pentingnya penggunaan perangkat digital secara bertanggung jawab. Ia menyoroti tantangan nyata yang kerap ditemui pelajar, seperti maraknya perundungan siber (cyber bullying) dan penyebaran berita bohong.

“Kita berharap bahwa Literasi Digital ini bisa membantu untuk memberikan sebuah proses membangun ekosistem di kota ini yang sehat terhadap pemanfaatan digital,” kata Ronald.

Selain itu, penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut menjadi bahasan utama. Pelajar diarahkan untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu pengembangan diri dan kreativitas, namun tetap harus teliti dalam memverifikasi data guna menghindari disinformasi.

Mendorong Kreativitas Pelajar Melalui Internet Positif

Narasumber kegiatan, Michael Latuheru, memaparkan berbagai peluang positif yang ditawarkan dunia internet. Menurutnya, era digital menyediakan ruang luas bagi generasi muda Ambon untuk mengasah bakat jika dikelola dengan cara yang tepat dan produktif.

Upaya edukasi ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Plh Kepala MTs Negeri Ambon, Muhammad Rizal, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah kota yang turun langsung memberikan pemahaman kepada para siswa didik.

Rizal menilai sosialisasi ini menjadi langkah preventif yang sangat dibutuhkan pelajar di tengah kepungan arus informasi. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan siswa dapat terhindar dari paparan konten negatif dan lebih fokus pada pemanfaatan internet untuk mendukung prestasi akademik.

Reporter: Yasir
Sumber: wartamaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top