MALUKU — Posyandu Center of Excellence di Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, melayani ibu hamil hingga lansia dalam satu pendopo pada Jumat (16/10/2026). Buat ibu yang ingin tahu layanan apa saja yang bisa diakses gratis di Posyandu CoE, berikut rincian lengkapnya beserta peran pendampingan yang membuat pemantauan tumbuh kembang anak jadi lebih mudah.
Bidan pembina Desa Boro, Enny, A.Md.Keb., menyebut Posyandu CoE menjalankan pelayanan kesehatan, imunisasi sesuai kebutuhan, hingga pengobatan sesuai kewenangan tenaga kesehatan. Pelayanan berlangsung pukul 08.00 sampai 11.30 WIB di pendopo Kantor Balai Desa Boro, Jalan Mangga Nomor 01.
Yang membedakan Posyandu CoE dari posyandu biasa adalah cakupan sasarannya. Layanan tidak hanya untuk bayi dan balita, tetapi juga ibu hamil, anak prasekolah, remaja, usia reproduktif, lanjut usia, sampai masyarakat umum.
Apa Saja Layanan Posyandu CoE untuk Ibu dan Anak
Pemeriksaan kesehatan ibu hamil menjadi pintu masuk pertama. Setelah bayi lahir, posyandu melanjutkan dengan pemantauan tumbuh kembang, pemberian imunisasi, dan pemberian makanan tambahan.
Enny menjelaskan kegiatan ini juga menitikberatkan stimulasi perkembangan anak, pendidikan karakter, dan pengenalan pendidikan dasar. Edukasi gizi seimbang masuk dalam paket yang sama, sehingga ibu tidak perlu datang ke tempat berbeda untuk urusan yang saling berkaitan.
Untuk anak usia prasekolah, pendampingan diarahkan agar kesiapan belajar terbentuk lebih awal. Sementara remaja dan usia reproduktif mendapat edukasi kesehatan yang relevan dengan fase hidup mereka.
Pendampingan Babinsa dan Peran Kader Desa
Babinsa Koramil 0816/06 Tanggulangin yang bertugas di Desa Boro, Serka Catur Wahyu S., mendampingi jalannya kegiatan. Kehadirannya disebut sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat di tingkat desa.
"Posyandu CoE memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan ini dengan sebaik-baiknya agar kondisi kesehatan keluarga senantiasa terpantau dan berbagai permasalahan kesehatan dapat diketahui lebih awal," ujar Serka Catur Wahyu S.
Ia menambahkan keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga medis. Partisipasi aktif masyarakat ikut menentukan, mulai dari kebiasaan datang ke posyandu, mengikuti pemeriksaan, sampai memperhatikan asupan gizi harian.
Serka Catur juga mengapresiasi keterlibatan bidan, perawat, dan kader kesehatan Desa Boro yang konsisten mendampingi warga. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan unsur kewilayahan disebutnya sebagai modal penting menciptakan lingkungan yang sehat.
Edukasi Gizi dan Kesehatan Lingkungan yang Sering Terlewat
Posyandu CoE memasukkan edukasi kesehatan lingkungan dan pengelolaan limbah ke dalam pelayanannya. Materi ini menyasar kesadaran bahwa sanitasi yang baik dan kebiasaan hidup bersih berperan mencegah penyakit menular pada anak.
Pendampingan orang tua juga jadi fokus. Lewat edukasi yang tepat, ibu dan ayah diharapkan mampu menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan anak secara optimal, bukan sekadar memenuhi kebutuhan makan dan imunisasi.
Pemberian makanan tambahan di posyandu biasanya disesuaikan dengan hasil pemantauan berat dan tinggi badan anak. Karena itu, ibu perlu membawa buku KIA atau catatan kesehatan anak setiap kali datang agar riwayatnya tidak terputus.
Kapan Ibu Perlu Konsultasi Lebih Lanjut
Jika berat badan anak tidak naik dalam dua kali penimbangan berturut-turut, atau muncul tanda seperti anak tampak lemas, sulit makan, dan sering sakit, segera tanyakan ke bidan atau dokter di posyandu. Jangan menunggu jadwal bulan berikutnya.
Ibu hamil dengan keluhan pusing berat, bengkak pada kaki dan tangan, atau gerakan bayi berkurang juga sebaiknya langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Posyandu bisa menjadi pintu awal rujukan.
Posyandu CoE di Desa Boro menunjukkan layanan dasar bisa dirancang menyatu: imunisasi, gizi, stimulasi perkembangan, sampai edukasi lingkungan dalam satu kunjungan. Bagi ibu muda, memanfaatkan jadwal rutin ini jauh lebih ringan daripada menunggu masalah tumbuh kembang muncul belakangan.