AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menilai pengurus APINDO Maluku yang baru dikukuhkan perlu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah. Dalam sambutannya, Hendrik menyoroti empat sektor unggulan yang dinilai paling siap menyerap investasi: kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata.
Menurut Hendrik, pertumbuhan ekonomi Maluku tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Pengusaha diminta terlibat langsung membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, mengembangkan industri pengolahan, hingga memperluas pasar produk unggulan daerah.
Hendrik menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai prioritas karena Maluku memiliki sumber daya yang melimpah namun belum sepenuhnya diolah di dalam daerah. Pertanian dan pariwisata disebut menyusul sebagai penopang pertumbuhan.
"Maluku bukan hanya wilayah yang kaya akan sumber daya, tetapi juga merupakan daerah yang memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata, dan berbagai sektor produktif lainnya," ujar Hendrik.
Selain soal investasi, gubernur meminta pengusaha mematuhi hukum, menghormati hak pekerja, dan memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia berharap investasi yang masuk memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja lokal.
Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menyebut pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat 4,56 persen. Angka itu dinilai masih punya ruang untuk naik melalui optimalisasi sumber daya alam dan penguatan industri pengolahan.
Shinta mendorong pengembangan ekonomi biru, khususnya hilirisasi perikanan dan rumput laut. Komoditas perkebunan seperti kelapa, cengkih, pala, dan kakao juga dinilai perlu didukung industri pengolahan agar menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.
Peluang lain yang disebutnya adalah pengembangan kopi lokal, termasuk Kopi Tuni, serta destinasi wisata bahari di Maluku. "Jangan hanya bicara-bicara. Kita perlu menjalankan program yang bisa berdampak," kata Shinta dalam arahannya.
Dalam kesempatan yang sama, Robert Tanamal terpilih sebagai Ketua DPP APINDO Maluku periode 2025-2030. Shinta meminta kepengurusan baru memperluas keanggotaan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dan mengawal kebijakan yang mendukung dunia usaha.
Penciptaan lapangan kerja produktif, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta hubungan industrial yang sehat disebutnya perlu menjadi perhatian organisasi pengusaha. Shinta menegaskan kolaborasi pemerintah, pengusaha, dan pekerja diperlukan untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menghadapi persaingan investasi.
Ia juga mengingatkan nilai persaudaraan masyarakat Maluku, "potong di kuku rasa di daging" dan "ale rasa, beta rasa", sebagai landasan solidaritas menghadapi tantangan ekonomi bersama.