MALUKU — Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memasuki tahap akhir persiapan MotoGP Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober. Penyelenggara mencatat kesiapan event sudah mencapai 95 persen, dengan homologasi FIM Grade A menjadi agenda krusial pada 8 Oktober mendatang.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tinggal menghitung hari. Seluruh kebutuhan balapan di Sirkuit Mandalika kini memasuki fase final check, mulai dari kondisi aspal hingga layanan penonton.
Troy Warokka, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), memastikan persiapan berjalan sesuai target.
"Kesiapan event sudah mencapai 95 persen dan sekarang kami memasuki fase final check. Di saat yang sama, antusiasme penonton juga terus meningkat," kata Troy pada Senin (28/9/2026).
Pengecekan sirkuit dan fasilitas pendukung telah dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju proses homologasi FIM Grade A yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober.
Homologasi ini menentukan apakah Sirkuit Mandalika memenuhi standar keselamatan dan teknis untuk menggelar balapan kelas dunia. Jika lolos, sirkuit sepanjang 4,3 kilometer itu berhak menjadi tuan rumah putaran MotoGP musim 2026.
Persiapan tidak hanya menyentuh aspek teknis sirkuit. Penyelenggara juga mengecek operasional balapan, transportasi, keamanan, layanan kesehatan, akomodasi, hingga pelayanan penonton.
Pelibatan masyarakat sekitar turut menjadi perhatian. Warga Lombok Tengah dilibatkan dalam berbagai lini operasional, mulai dari tenaga kerja lokal hingga UMKM yang menyuplai kebutuhan selama event berlangsung.
Troy menyebut animo penonton terus meningkat seiring mendekatnya hari balapan. Lonjakan ini terlihat dari permintaan tiket dan akomodasi di kawasan Mandalika serta Kota Mataram.
MotoGP Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober. Tiga hari balapan itu akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara di Sirkuit Mandalika musim ini.