MALUKU — Pelantikan DPW Petani NasDem Maluku di Pantai Liang menjadi penanda dimulainya program pertanian terpadu yang menyasar dua sektor sekaligus: ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa, Ketua Umum Petani NasDem H. Arif Rahman, Ketua DPW Partai NasDem Maluku Abdullah Vanath, dan Ketua DPW Petani NasDem Maluku Samson Yasir Alkatiri.
Abdullah, yang juga menjabat Wakil Gubernur Maluku, menyebut program ini sebagai penerjemahan arahan Presiden melalui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh terkait ketahanan pangan, energi, dan air. Salah satu instrumen utamanya adalah kewajiban kepemilikan kebun partai di setiap jenjang kepengurusan.
Setiap pimpinan wilayah Partai NasDem diwajibkan memiliki lahan pertanian seluas 20 hektare. Ketentuan itu disampaikan langsung oleh Abdullah Vanath dalam sambutannya.
"Pimpinan Wilayah Partai NasDem diwajibkan memiliki 20 hektare lahan pertanian," ujar Abdullah.
Kebun partai tersebut difungsikan sebagai pusat produksi sekaligus percontohan bagi petani sekitar. Pengurus di tingkat kabupaten dan kota diarahkan mengikuti pola serupa dengan skala yang disesuaikan kondisi wilayah masing-masing.
Komoditas aren dipilih karena dinilai tahan terhadap musim kemarau yang kerap melanda Maluku. Pengembangan dimulai dari Pulau Seram dengan mengolah nira menjadi gula aren bubuk dan cair.
Produk tersebut ditargetkan menembus pasar domestik hingga ekspor. Abdullah memproyeksikan kontribusi ekonomi dari komoditas ini bisa melampaui Rp200 miliar per tahun bagi masyarakat Maluku.
"Pohon aren atau pohon gamutu adalah jenis pohon yang bisa bertahan di musim kemarau," katanya.
Maluku memiliki lebih dari 1.200 desa yang tersebar di pulau-pulau kecil dan besar. Abdullah menghitung, dengan asumsi minimal tiga pohon aren produktif di setiap desa dan produksi sekitar 15 liter nira per pohon per hari, peluang ekonominya sangat besar jika dikelola serius.
Petani dan nelayan menjadi kelompok yang paling diprioritaskan dalam program ini. Menurut Abdullah, keduanya perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya pengentasan kemiskinan di Maluku.
"Oleh karena itu, hari ini saya laporkan bahwa Partai NasDem akan menggerakkan sektor itu. Ini adalah jawaban dari Partai NasDem melibatkan diri di dalam pengentasan kemiskinan," tegasnya.
Pelantikan pengurus menjadi titik awal konsolidasi program di tingkat kabupaten dan kota. Pengurus daerah akan menyusun pemetaan lahan serta menyiapkan pendampingan teknis bagi petani aren di Pulau Seram.
Pengembangan komoditas aren di Maluku selama ini masih berjalan skala kecil dengan pengolahan tradisional. Masuknya dukungan kelembagaan diharapkan mempercepat adopsi teknologi pengolahan nira menjadi gula bubuk dan cair yang siap bersaing di pasar ekspor.