MALUKU — Timnas Indonesia menurunkan Maarten Paes sebagai penjaga gawang saat menjamu Singapura di Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026, Jumat (25/9/2026) malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga bertajuk pertemuan ke-61 kedua tim ini menjadi kesempatan Skuad Garuda memperbaiki rekor setelah imbang 1-1 di Stadion Jalan Besar pada ASEAN Championship 2026.
Pelatih memasang formasi 5-4-1 untuk mengantisipasi agresivitas lini tengah Singapura. Maarten Paes berdiri di bawah mistar dengan tiga bek tengah yang mengapitnya: Kevin Diks yang menyandang ban kapten, Elkan Baggott, dan Justin Hubner.
Di sektor gelandang, Luke Vickery, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Joey Pelupessy mengisi empat slot. Kombinasi ini memberi Indonesia opsi serangan dari sayap sekaligus menjaga kedalaman lini tengah.
Sementara itu, Mitchell Lee Baker menjadi ujung tombak tunggal. Calvin Verdonk dan Dean James melengkapi trisula depan yang bertugas menekan sejak awal laga.
Data laman 11v11 mencatat Indonesia dan Singapura sudah bertemu 60 kali sejak laga pertama di Merdeka Tournament pada 31 Agustus 1958. Dari jumlah itu, Indonesia mengantongi 30 kemenangan, Singapura 19 kali menang, dan 11 laga berakhir imbang.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di ASEAN Championship 2026. Ketika itu Indonesia bermain imbang 1-1 saat dijamu Singapura di Stadion Jalan Besar.
Indonesia datang dengan kekuatan berbeda dibanding pertemuan terakhir. Skuad yang diturunkan kali ini dinilai lebih mumpuni, ditambah status tuan rumah yang memberi dorongan tambahan bagi para pemain.
Dukungan suporter di Gelora Bung Karno diyakini menjadi faktor pengungkit motivasi, terutama bagi pemain muda yang baru pertama kali merasakan atmosfer laga internasional di kandang.
Kubu tamu menurunkan Izwan Mahbud sebagai kiper. Lini belakang Singapura dihuni Ryhan Stewart, Nur Adam Abdullah, Hariss Harun yang bertindak sebagai kapten, dan Safuwan Baharudin.
Di lini tengah, Farhan Zulkifli, Harhys Stewart, Shawal Anuar, Kyoga Nakamura, dan Shah Shahiran mengisi lima posisi. Ikhsan Fandi berdiri sendirian di depan sebagai target man.
Pertarungan Vickery dan Romeny melawan Nakamura serta Shahiran akan menentukan siapa yang menguasai tempo. Jika Indonesia mampu memotong aliran bola ke Ikhsan Fandi, tekanan ke pertahanan Paes bisa ditekan sejak awal.
Laga ini menjadi ujian taktik bagi kedua pelatih. Singapura dikenal rapat dalam bertahan, sementara Indonesia punya kecepatan di sektor sayap lewat Verdonk dan James.