AMBON — Dekan FKIP Universitas Pattimura, Prof. Dr. I. H. Wenno, M.Pd., menyatakan usia 65 tahun menjadi titik refleksi atas perjalanan fakultas sekaligus penguatan komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjalankan tugas pendidikan. Menurutnya, FKIP didirikan untuk membuka akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Kehadiran kita semua saat ini adalah bukti nyata dari kesatuan, komitmen, dan niat baik kita untuk mewujudkan FKIP yang Cerdas, Edukatif, Religius, Integritas, dan Amanah," kata Wenno.
Selama 65 tahun, FKIP berkembang sebagai lembaga penghasil tenaga pendidik dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan serta pembangunan di Maluku.
Dari sisi akreditasi, tiga program studi di FKIP telah memperoleh status unggul, yakni Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Jerman, dan Pendidikan Sejarah. Selain itu, 12 program studi terakreditasi baik sekali, dua program studi terakreditasi baik, dan satu program studi berstatus aktif.
"Direncanakan lima program studi akan melakukan reakreditasi dan dipersiapkan untuk akreditasi unggul," ujar Wenno.
Wenno menambahkan, capaian itu perlu diikuti penguatan sinergi akademik dan kepemimpinan manajerial di lingkungan FKIP. Menurutnya, Dies Natalis ke-65 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum memperkuat kerja sama seluruh sivitas akademika.
"Melalui syukuran Perayaan Dies Natalis FKIP ke-65, kita butuh sinergitas akademik dan manajerial leadership sebagai energi penting untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks," katanya.
Sejumlah upaya dilakukan FKIP untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk pengembangan soft skill dan hard skill mahasiswa. Fakultas juga menjalankan program pertukaran mahasiswa asal Jerman melalui kurikulum perguruan tinggi dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE).
Program tersebut diharapkan memberi mahasiswa pengalaman belajar yang berbeda. Dari sisi prestasi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) meraih Juara Umum Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat fakultas serta Juara Umum Peksimika tingkat universitas pada empat mata lomba.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., menilai usia 65 tahun merupakan perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan. Menurutnya, bertambahnya usia institusi harus diikuti peningkatan kualitas dan kontribusi bagi masyarakat.
"FKIP Universitas Pattimura dituntut menjadi bagian dari kampus yang berdampak dan tidak terlepas dari peranan semua komponen di dalamnya, termasuk sivitas akademika. Inilah komponen strategis yang memberikan peranan sehingga FKIP benar-benar berdampak," ujar Malle.
Malle mendorong FKIP memanfaatkan media informasi untuk memperkenalkan perkembangan fakultas kepada masyarakat, termasuk fasilitas yang tersedia dan kualifikasi tenaga pendidik. Ia mengapresiasi capaian tiga program studi berakreditasi unggul dan berharap prodi lain menyusul melalui persiapan akreditasi serta dukungan fasilitas memadai.
"Persiapkan semuanya dengan segala baik dan didukung fasilitas yang memadai," katanya.
Pada usia ke-65, FKIP Universitas Pattimura diharapkan terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas kontribusinya melalui capaian yang telah diraih.