MALUKU — Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma menyampaikan angka tersebut dalam sesi Media Drive di Yogyakarta, Senin (14/9). Total penjualan Toyota secara keseluruhan naik 9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pasar elektrifikasi Indonesia memang makin padat. Sejumlah jenama China terus melepas model hybrid dan listrik di berbagai segmen harga, dari SUV kompak sampai MPV. Toyota memilih bertahan lewat model yang sudah lebih dulu dikenal konsumen.
Tiga model menopang mayoritas penjualan elektrifikasi Toyota: Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV. Ketiganya menempati segmen berbeda, dari MPV keluarga sampai SUV compact.
Kijang Innova Zenix Hybrid sudah lebih dulu mapan di pasar. Veloz Hybrid menyusul sebagai pendatang yang langsung diterima konsumen.
Veloz Hybrid diperkenalkan ke konsumen pada November 2025. Sejak itu, surat pemesanan kendaraan (SPK) konsisten di atas 2.000 unit per bulan.
Bansar menyebut total pemasangan Veloz Hybrid kini mencapai 20.000 unit. Model ini juga meraih penghargaan car of the year dari dua media otomotif.
"Hingga kini pemasangannya sudah mencapai 20.000 unit dan berkontribusi signifikan pada pertumbuhan penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota," kata Bansar.
Dari 175.000 unit wholesales Toyota secara nasional, 38.000 unit di antaranya berasal dari lini elektrifikasi termasuk Lexus. Artinya, satu dari lima mobil Toyota yang terjual di Indonesia kini berteknologi hybrid atau listrik.
Angka ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen. Pembeli yang sebelumnya memilih mesin bensin murni kini melirik varian hybrid dengan alasan efisiensi bahan bakar dan pajak yang lebih ringan.
TAM mengakui tekanan dari jenama China yang agresif menghadirkan kendaraan elektrifikasi. Model-model baru bermunculan dengan harga kompetitif dan fitur teknologi yang lengkap.
Strategi Toyota berbeda. Mereka mengandalkan model yang sudah punya basis konsumen loyal, jaringan servis luas, dan nilai jual kembali yang terjaga. Veloz Hybrid, misalnya, menyasar keluarga muda yang butuh MPV hemat bahan bakar.
Capaian 86 persen ini menjadi indikator bahwa pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus berkembang. Toyota memposisikan diri sebagai pemain yang sudah lebih dulu menguasai segmen hybrid sebelum gelombang mobil listrik murah datang.