MALUKU — Polonez Roy Pickup ini diproduksi Fabryka Samochodów Osobowych (FSO), bekas pabrikan mobil terbesar Polandia yang berdiri setelah Perang Dunia II. FSO awalnya merakit lisensi mobil Soviet, lalu menjalin kerja sama dengan Fiat pada dekade 1970-an untuk memproduksi "Polski-Fiat".
Untuk memodernisasi lini produk dan mendorong ekspor, FSO mengembangkan model baru berbasis platform 125p dengan gaya lebih kontemporer, kualitas rakitan lebih baik, dan standar keselamatan meningkat. Lahirlah Polonez pada akhir 1977. Daewoo dari Korea Selatan kemudian mengakuisisi FSO dan menjual model ini di beberapa pasar dengan logo mereka. Kini FSO masih ada, tapi hanya sebagai pemasok komponen.
Roy Pickup ini dibangun dari Polonez generasi ketiga, Caro Plus. Gaya belakang yang memanjangkan wheelbase dan bodi melewati pintu belakang yang jelas dirancang mengelilingi arch roda adalah bawaan pabrik, bukan modifikasi bengkel belakang rumah.
Nama Polonez merujuk pada tarian prosesi, sementara Roy dalam bahasa Polandia berarti "merah" atau "raja". Gabungan keduanya menghasilkan "dancing king", julukan yang mungkin membuat lagu ABBA terngiang di kepala.
Sebagai varian pickup kelas atas untuk pasar ekspor, Roy Pickup memakai mesin terbesar yang tersedia di lini Polonez. Spesifikasinya:
Menurut iklan penjual, mesin telah di-rebuild total. Hanya ada satu kekurangan kecil berupa selang pemanas intake yang tampak hilang, selebihnya ruang mesin terlihat bersih.
Iklan menyebut seluruh truk mendapat "Complete body restoration". Foto-foto memperlihatkan kondisi nyaris setara mobil pameran, dengan cat teal mengilap di kabin dan panel aluminium lurus di bak lipat. Bagian bawah juga diperhatikan, tampak undercoating baru dan knalpot anyar.
Kabin tampak terawat dan, mengejutkan untuk mobil yang awalnya dirancang di balik Tirai Besi, terlihat nyaman dipakai harian. Satu-satunya elemen non-standar adalah head unit stereo aftermarket yang tampaknya mendukung Apple CarPlay.
Penjual mengklaim ini satu-satunya Polonez pickup di Amerika Serikat. Klaim itu masuk akal, mengingat biaya dan usaha mendatangkan model ini dari Polandia tidak sedikit. Polonez ini memiliki dokumen lengkap dan surat kepemilikan bersih, sehingga bisa masuk ke negara bagian mana pun yang tidak mengikuti standar emisi California.
Bagi kolektor mobil langka, harga $13.500 atau sekitar Rp 216 juta terbilang masuk akal untuk kendaraan yang sudah direstorasi total. Namun calon pembeli perlu mempertimbangkan ketersediaan suku cadang, karena jaringan dealer FSO di Amerika praktis tidak ada. Ini bukan mobil untuk pemakaian harian tanpa persiapan khusus.