Status Siaga Karhutla Maluku Diperpanjang, BMKG Sebut Kombinasi Kemarau dan Angin Kencang Picu Api Cepat Menjalar

Penulis: Fajar  •  Selasa, 08 September 2026 | 09:31:01 WIB
Petugas memantau titik panas di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan di Maluku, Selasa (8/9/2026).

AMBONBMKG Stasiun Pattimura mengeluarkan peringatan dini potensi karhutla di Maluku pada Selasa (8/9/2026). Peringatan ini didorong analisis cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah tersebut, yakni kondisi kering dengan curah hujan rendah yang memicu kekeringan bahan bakar seperti dedaunan dan gambut.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini ditujukan khususnya bagi kawasan padang rumput dan alang-alang yang rawan terjadi head fire atau api cepat menjalar akibat hembusan angin.

Kecepatan Angin Naik 13 Km/Jam, Rambatan Api Bisa Dua Kali Lipat

Analisis Initial Spread Index (ISI) di Maluku berada pada level Sedang hingga Sangat Tinggi. Indeks ini sangat sensitif terhadap kecepatan angin.

BMKG mencatat, setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13 km/jam dapat meningkatkan kecepatan rambatan api hingga dua kali lipat. Kondisi ini diperparah dengan sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Maluku, yang masih dilanda musim kemarau hingga September 2026.

Produk SPARTAN: Alat Mitigasi, Bukan Pengganti Koordinasi Lapangan

BMKG menegaskan produk peringatan dini SPARTAN yang dikeluarkan hanya berfungsi sebagai alat mitigasi. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan informasi tersebut, tetapi juga aktif memantau perkembangan cuaca terkini.

Koordinasi dengan dinas terkait juga diperlukan untuk pemanfaatan data secara optimal. Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca dan peringatan dini melalui laman resmi BMKG.

Reporter: Fajar
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top