JAKARTA — Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara (Malut), meletus pada Selasa pagi (1/9/2026). PVMBG melaporkan kolom abu vulkanik teramati kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur laut.
Ketinggian kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau lebih kurang 1.825 meter di atas permukaan laut. Data ini terekam melalui pengamatan visual maupun peralatan seismograf.
PVMBG mencatat erupsi ini berlangsung singkat namun terekam jelas oleh alat pencatat gempa. Amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dengan durasi 54 detik.
Data instrumental ini menjadi bagian penting dalam pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Ibu. Gunung api yang berada di Halmahera ini statusnya terus dipantau secara ketat oleh pemerintah.
Secara visual, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. PVMBG menyatakan arah sebaran abu vulkanik terpantau menuju timur laut dari puncak gunung.
Informasi ini menjadi parameter penting bagi masyarakat sekitar dan penerbangan di wilayah tersebut. Sebaran abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga di sekitar gunung.
"Terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Selasa, 01 September 2026, pukul 07:08 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m. Di atas puncak (± 1825 m di atas permukaan laut)," demikian keterangan resmi PVMBG, Selasa (1/9/2026).
PVMBG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk mengikuti perkembangan aktivitas gunung api tersebut melalui informasi resmi dari instansi berwenang. Erupsi ini menjadi catatan terbaru aktivitas vulkanik di Maluku Utara yang perlu diwaspadai bersama.