MALUKU — Strategi itu diungkapkan manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/8/2026). Direktur Utama KBank Indonesia Kasemsri Charoensiddhi menyebut jaringan lintas batas menjadi senjata utama perseroan bersaing di pasar perbankan domestik.
"Untuk mendorong KBank Indonesia guna mencapai target portofolio pinjaman lebih dari Rp40 triliun pada tahun 2030, strategi kami berfokus pada pemanfaatan jaringan lintas batas KBank yang luas di Thailand, China, Vietnam, dan pasar-pasar utama lainnya," ujarnya.
KBank Group selama ini dikenal sebagai salah satu bank swasta terbesar di Thailand dengan jangkauan bisnis yang membentang di sejumlah negara Asia. Kepemilikan jaringan itu memberi BMAS posisi berbeda dibanding bank asing lain yang umumnya hanya mengandalkan pasar domestik.
Bagi nasabah Indonesia yang ingin berekspansi ke luar negeri, keberadaan jaringan ini menjadi nilai jual utama. BMAS dapat menjembatani kebutuhan pembiayaan, transaksi lintas negara, hingga layanan perbankan lain di negara tujuan investasi.
Dengan target portofolio di atas Rp40 triliun, BMAS memberi sinyal bahwa segmen korporasi dan usaha menengah yang punya aktivitas dagang antarnegara menjadi sasaran utama. Perusahaan yang selama ini kesulitan mendapat layanan perbankan terintegrasi di kawasan bisa memanfaatkan koneksi ini.
Perjalanan menuju target itu masih panjang. Menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BMAS tercatat sebagai bank dengan aset di kisaran Rp30 triliun hingga Rp40 triliun, menempatkannya di jajaran bank asing menengah di Indonesia.
Kendati demikian, dorongan ekspansi ini sejalan dengan tren peningkatan perdagangan intra-ASEAN yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Arus investasi China ke Indonesia yang masih deras di sektor industri pengolahan turut membuka ruang pembiayaan baru bagi perbankan.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai segmen pinjaman yang akan menjadi fokus utama maupun kontribusi masing-masing negara jaringan terhadap target tersebut. Manajemen hanya menegaskan bahwa konektivitas regional akan menjadi pembeda utama BMAS di tengah kompetisi perbankan domestik yang makin ketat.