Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Buka Konferwil IV Muslimat NU, Tekankan Stunting dan UMKM Naik Kelas

Penulis: Yasir  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:09:01 WIB
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membuka Konferwil IV Muslimat NU Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (26/8/2026).

AMBON — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengajak seluruh kader Muslimat NU Maluku untuk tidak berhenti pada rutinitas organisasi semata. Pembukaan Konferwil IV Muslimat NU Maluku di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (26/8/2026), ia jadikan momentum untuk menegaskan tiga agenda prioritas: penanganan stunting, gerakan orang tua asuh, dan pemberdayaan UMKM.

Menurut Hendrik, Konferwil bukan sekadar forum untuk memilih ketua baru. Ia menilai forum ini harus menjadi ruang konsolidasi gagasan dan evaluasi perjalanan organisasi, sekaligus merumuskan langkah strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.

Stunting: Persoalan Masa Depan SDM Maluku

Hendrik menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan semata. Ia menyebut kondisi tersebut adalah ancaman bagi masa depan sumber daya manusia Maluku. "Mengatasinya tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan gotong royong: pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, tokoh agama, hingga keluarga sebagai garda terdepan," ujarnya di hadapan jajaran Forkopimda dan pengurus wilayah Muslimat NU.

Ia pun mengapresiasi keputusan Muslimat NU yang mengintegrasikan agenda organisasi dengan program yang menyentuh kebutuhan riil warga. Gerakan orang tua asuh yang diusung organisasi ini dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial yang konkret, memastikan anak-anak di Maluku tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan layak.

UMKM Perempuan Harus Naik Kelas

Pada sektor ekonomi, Hendrik menyoroti potensi besar Maluku yang belum tergarap optimal. Mulai dari hasil laut, pertanian, perkebunan, kerajinan, hingga kuliner khas daerah. Namun, ia menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya berhenti pada aspek produksi.

"UMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan dan para ibu, harus kita dorong untuk naik kelas. Artinya: akses pembiayaan lebih mudah, pasar lebih luas, kualitas produk meningkat, dan pemanfaatan teknologi digital semakin masif," tegasnya.

Hendrik berharap Muslimat NU menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan koperasi, hingga perluasan jejaring pemasaran. Pemerintah Provinsi Maluku, kata dia, terbuka untuk membangun sinergi agar program pemberdayaan berjalan terarah dan berkelanjutan.

"Mari kita rapatkan barisan. Mari kita bangun kolaborasi untuk mewujudkan keluarga Maluku yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera," ajaknya menutup sambutan.

Konferwil IV ini turut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU, Hj. Siti Aniroh Slamet Efendy, serta Wakil Ketua NU Maluku, Dr. Abu Bakar Kabakoran. Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi penanganan stunting dan pemberdayaan UMKM ini diharapkan melahirkan kepemimpinan organisasi yang amanah dan program kerja yang berdampak nyata bagi umat.

Reporter: Yasir
Sumber: mediacenter.malukuprov.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top