MALUKU — FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September-Oktober mendatang harus kehilangan satu pesertanya. India secara resmi mengundurkan diri karena jadwal pertandingan mereka berbenturan dengan agenda FIFA Matchday, tepatnya saat mereka dijadwalkan menghadapi Brasil pada 3 Oktober.
Secara teknis, India tidak bisa membagi skuad untuk tampil di dua kompetisi berbeda dalam waktu bersamaan. Keputusan ini otomatis membatalkan keikutsertaan mereka di turnamen yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara tersebut.
Hingga saat ini, FIFA belum mengumumkan negara mana yang akan menggantikan posisi India. Namun yang hampir pasti, penggantinya berasal dari luar kawasan ASEAN—mengikuti format awal yang menempatkan India sebagai "tim tamu" di turnamen ini.
Dengan mundurnya India, Grup B kini hanya dihuni tiga tim: Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Satu slot tersisa masih menggantung dan akan menentukan peta kekuatan grup secara keseluruhan.
Yang membuat FIFA ASEAN Cup 2026 berbeda dari turnamen lain adalah formatnya yang sangat ketat. Fase grup langsung diikuti oleh partai final tanpa ada babak semifinal. Artinya, setiap tim hanya punya tiga laga penyisihan untuk membuktikan diri layak tampil di laga puncak.
Konsekuensinya, tidak ada ruang untuk kesalahan. Satu kekalahan saja bisa menempatkan tim dalam posisi sulit karena tidak ada jadwal tambahan untuk memperbaiki posisi di klasemen. Tekanan ini tentu menjadi perhatian khusus bagi pelatih Timnas Indonesia dalam menyusun strategi.
Meski situasi berubah, persiapan Timnas Indonesia tidak bisa berhenti. Skuad Garuda tetap harus mematangkan diri menghadapi Singapura dan Malaysia—dua rival yang sudah dikenal karakter permainannya. Sementara itu, ketidakpastian soal lawan keempat membuat tim pelatih harus menyiapkan beberapa skenario berbeda.
Kepastian soal pengganti India diharapkan segera keluar agar semua tim bisa menyusun persiapan final. Semakin cepat FIFA memutuskan, semakin jelas pula peta persaingan di FIFA ASEAN Cup 2026 bagi Indonesia dan para pesaingnya.