Kemarau Panjang Dua Bulan di Gurabunga Tidore, Warga Andalkan Mata Air Ake Goa untuk Air Minum dan Mandi

Penulis: Sutomo  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 12:43:31 WIB
Warga Gurabunga, Tidore Kepulauan, mengandalkan mata air Ake Goa untuk memenuhi kebutuhan air minum dan mandi selama kemarau dua bulan terakhir.

TIDORE KEPULAUAN — Ketergantungan warga terhadap mata air Ake Goa meningkat drastis dalam dua bulan terakhir. Kemarau yang melanda kawasan pegunungan Gurabunga membuat sumber air lain mulai mengering, sementara akses menuju perkotaan membutuhkan biaya transportasi tambahan yang memberatkan.

Gogo, seorang warga Gurabunga, menyebut mata air tersebut menjadi pilihan utama karena jaraknya lebih dekat dari permukiman. "Torang (kami) memilih di sini karena salah satunya kalau akses ke kota butuh biaya lagi. Kebetulan di sini ada mata air dan jangkauannya lebih dekat dibanding kita ke kota," ujarnya, Minggu (9/8/2026).

Debit Air Masih Cukup, Berbeda dengan Kemarau Sembilan Bulan

Meski ketergantungan warga meningkat, debit air di Ake Goa dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini berbeda jauh dengan kemarau panjang beberapa tahun lalu yang berlangsung hingga sekitar sembilan bulan.

"Pada tahun lalu kemarau sempat membuat air sedikit kering di area atau lokasi Ake Goa ini. Kemarau yang terjadi pada beberapa tahun lalu itu cukup lama, kurang lebih sembilan bulan itu yang paling lama," kata Gogo.

BPBD Kirim Bantuan Air Bersih, Warga Minta Akses Jalan Diperbaiki

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun tangan menyalurkan bantuan air bersih. Distribusi menggunakan mobil tangki dilakukan secara rutin untuk membantu warga selama masa kemarau.

"Alhamdulillah saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam hal kemarau yang terjadi di Gurabunga ini, mereka turut memberikan dukungan berupa distribusi air bersih menggunakan mobil tangki yang dapat membantu memenuhi kebutuhan warga," tambah Gogo.

Di sisi lain, warga berharap pemerintah daerah memperhatikan akses menuju sumber air. Jarak dari permukiman ke mata air Ake Goa mencapai sekitar satu kilometer dengan kondisi jalan yang masih sulit dilalui.

"Harapan saya untuk pemerintah, mungkin torang (kami) butuh akses pengaspalan jalan dari kampung menuju ke lokasi sumber mata air ini. Kalau sudah ada jalan, masyarakat tentu lebih gampang untuk mengambil air," pungkasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top