Meta Keluar dari Inisiatif Energi Terbarukan RE100, Pembangkit Gas Alam Menggila untuk AI

Penulis: Yasir  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 07:27:01 WIB
Meta hengkang dari inisiatif energi terbarukan RE100 di tengah ekspansi besar pembangkit listrik tenaga gas alam untuk pusat data.

MALUKU — Meta telah mengkonfirmasi kepergiannya dari RE100, proyek dari Climate Group yang berbasis di Inggris, setelah sepuluh tahun menjadi anggota. Meski perusahaan menyebut keputusan ini bersifat mutual, kepergian ini terjadi di tengah ekspansi besar-besaran infrastruktur gas alam yang belum pernah terjadi sebelumnya. RE100 sendiri memberikan dukungan kebijakan dan teknis bagi perusahaan yang berkomitmen beralih ke energi terbarukan 100%, dan pesaing Meta seperti Apple, Google, serta Microsoft masih tercatat sebagai anggota.

Berapa Banyak Pembangkit Gas yang Dibangun Meta?

Dalam setahun terakhir, Meta telah mendanai pembangunan setidaknya belasan pembangkit listrik tenaga gas. Proyek paling ambisius adalah kompleks Hyperion di Louisiana, yang terdiri dari 10 pembangkit gas dengan total kapasitas 7,5 gigawatt. Angka ini cukup untuk memasok seluruh kebutuhan listrik negara bagian South Dakota, dan bahkan masih ada sisa.

Proyek ini dimulai pada Juni tahun lalu dengan pembangkit 200 megawatt di Ohio untuk satu pusat data. Dua bulan berselang, Meta mengumumkan tiga pembangkit besar di Louisiana, dan pada April tahun ini, tujuh pembangkit tambahan untuk proyek yang sama diumumkan.

Klaim "100% Energi Bersih" di Tengah Polusi Gas Alam

Meta, melalui juru bicaranya, menyatakan tetap berkomitmen mencocokkan konsumsi listrik pusat datanya dengan "100% energi bersih dan terbarukan." Namun, pernyataan ini kontras dengan realitas polusi yang dihasilkan gas alam. Meski lebih bersih dari batu bara, gas alam tetap menghasilkan polutan signifikan. Satu pusat data 1 gigawatt yang beroperasi 24/7 dengan gas alam akan melepaskan 438 metrik ton nitrogen oksida, 149 metrik ton partikel halus, dan 298 metrik ton karbon monoksida per tahun—polutan yang terkait dengan asma, kanker, dan penyakit kardiovaskular.

Lantas, bagaimana Meta bisa tetap mengklaim "100% terbarukan"? Jawabannya ada pada environmental attribute certificates. Mekanisme ini memungkinkan Meta berinvestasi di ladang surya di Arizona, misalnya, untuk mengimbangi konsumsi pusat datanya di Ohio. Selama ladang surya menghasilkan energi setara dalam setahun, konsumsi listrik pusat data tersebut dianggap 100% terbarukan.

Perbandingan dengan Strategi Google dan Microsoft

Pendekatan Meta ini berbeda dengan kompetitornya. Microsoft mulai beralih ke pencocokan konsumsi listrik per jam (hourly matching), bukan tahunan. Metode ini lebih ketat karena produksi energi terbarukan harus selaras dengan konsumsi listrik secara real-time. Google juga mengambil langkah serupa dengan menggabungkan energi surya dengan baterai penyimpanan di Minnesota, menghindari investasi pada infrastruktur berbasis fosil.

Meski Google dan Microsoft juga berinvestasi pada proyek bahan bakar fosil, Meta-lah yang memasang taruhan paling besar. Keluarnya Meta dari RE100, yang merupakan kelompok sukarela, mungkin tidak selalu menjadi berita besar. Namun, waktunya yang bertepatan dengan percepatan pembangunan pembangkit gas alam membuat perubahan ini sulit diabaikan.

Reporter: Yasir
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top