6 Rute Bus Antar Kota dari Maluku dan Jadwal Keberangkatan yang Perlu Anda Tahu

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 19:34:02 WIB
Bus AKDP jurusan Ambon-Masohi bersiap menyeberang dari Pelabuhan Hunimua menuju Waipirit, Seram Bagian Barat.

Bagi warga Maluku maupun perantau yang pulang kampung, bus antar kota dalam provinsi (AKDP) adalah tulang punggung transportasi darat. Jaringan jalan Trans-Seram yang terus diperbaiki dan ruas baru di Pulau Ambon membuat perjalanan darat semakin diminati, terutama untuk mengangkut hasil bumi dan penumpang antar kabupaten.

Namun, informasi jadwal dan trayek bus di Maluku seringkali tidak terpusat. Berdasarkan pengalaman turun ke lapangan dan wawancara dengan beberapa sopir di Terminal Mardika, Ambon, berikut enam rute utama yang paling sering dicari. Perlu diingat, jadwal bisa berubah tergantung kondisi cuaca dan permintaan penumpang.

1. Rute Ambon – Masohi (Pulau Seram)

Ini adalah rute tersibuk di Maluku. Bus jurusan Masohi biasanya memberangkatkan penumpang dari Terminal Mardika, Ambon, lalu menyeberang dengan feri dari Pelabuhan Hunimua menuju Pelabuhan Waipirit di Seram Bagian Barat. Setelah itu, perjalanan darat dilanjutkan melewati kawasan hutan lindung dan perkebunan cengkih.

Waktu tempuh total, termasuk antre feri, bisa mencapai 5-6 jam. Bus umumnya berangkat pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIT. Beberapa armada juga melayani perjalanan siang, namun disarankan berangkat pagi untuk menghindari kemacetan di pelabuhan.

2. Rute Ambon – Namlea (Pulau Buru)

Berbeda dengan rute ke Masohi, bus tujuan Namlea harus menempuh perjalanan laut yang lebih panjang. Bus akan diangkut menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Ambon menuju Pelabuhan Namlea. Perjalanan laut ini memakan waktu sekitar 8-10 jam.

Jadwal keberangkatan bus ini sangat tergantung pada jadwal kapal feri. Biasanya, bus mulai berkumpul di terminal pada sore hari, sekitar pukul 16.00-18.00 WIT, untuk menyesuaikan dengan jadwal kapal malam. Tiket bus biasanya sudah termasuk biaya feri untuk kendaraan dan penumpang.

3. Rute Ambon – Tulehu – Passo (Lintas Pulau Ambon)

Untuk perjalanan pendek antar kecamatan di Pulau Ambon, trayek ini paling vital. Bus berangkat dari Terminal Mardika menuju Passo, lalu berbelok ke Tulehu, atau sebaliknya. Rute ini melewati Jalan Raya Ambon yang cukup padat, terutama di jam sibuk.

Bus beroperasi dari pukul 06.00 pagi hingga sore hari sekitar pukul 17.00 WIT. Interval kedatangan bus cukup sering, setiap 15-30 menit sekali, karena banyaknya penumpang yang bolak-balik ke pasar atau pelabuhan. Tidak ada jadwal tetap yang kaku; sopir biasanya menunggu hingga kursi terisi.

4. Rute Masohi – Bula (Seram Bagian Timur)

Rute ini menghubungkan ibu kota Kabupaten Maluku Tengah dengan kota minyak di Seram Bagian Timur. Perjalanan memakan waktu sekitar 4-5 jam melewati jalan Trans-Seram yang berkelok dan menanjak. Bus biasanya berangkat pagi hari dari Terminal Masohi.

Kondisi jalan di ruas ini cukup bervariasi. Beberapa titik masih berupa aspal berlubang, terutama setelah musim hujan. Disarankan memilih bus dengan kondisi ban yang baik dan sopir yang sudah hafal medan.

5. Rute Ambon – Liang – Waai (Pesisir Teluk Ambon)

Trayek ini melayani penumpang dari pusat kota menuju kawasan wisata dan pemukiman di pesisir timur Pulau Ambon. Bus melewati jalan pantai yang indah dengan pemandangan Teluk Ambon. Destinasi akhir biasanya di Waai, desa yang terkenal dengan wisata ekowisata.

Bus beroperasi dengan jadwal yang lebih longgar dibanding rute utama. Biasanya ada dua kali keberangkatan utama: pagi sekitar pukul 08.00 dan siang sekitar pukul 13.00 WIT. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam.

6. Rute Namlea – Leksula (Lintas Pulau Buru)

Bagi yang ingin menjelajahi Pulau Buru lebih dalam, trayek Namlea-Leksula adalah pilihan satu-satunya. Bus melintasi perkebunan kayu putih dan sawah yang luas. Perjalanan darat ini memakan waktu sekitar 3-4 jam.

Jadwal keberangkatan tidak tetap dan sangat tergantung pada ketersediaan penumpang di terminal Namlea. Lebih baik mencari informasi langsung di terminal atau menghubungi agen bus setempat sehari sebelumnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada bus malam dari Ambon ke Masohi?
Jarang ada. Mayoritas bus berangkat pagi karena kondisi jalan di Seram yang minim penerangan dan rawan longsor. Perjalanan malam sangat tidak disarankan.

Bagaimana cara memesan tiket bus di Maluku?
Sebagian besar masih manual. Anda bisa membeli tiket langsung di Terminal Mardika (Ambon) atau Terminal Masohi. Beberapa agen mulai melayani pemesanan via telepon, namun belum ada platform online resmi.

Berapa lama waktu tunggu feri di Pelabuhan Hunimua?
Bisa 1-3 jam, tergantung antrean. Akhir pekan dan hari libur biasanya lebih padat. Disarankan tiba di pelabuhan setidaknya 1 jam sebelum jadwal feri.

Apakah bus di Maluku menggunakan AC?
Sebagian besar bus ekonomi tidak ber-AC. Hanya beberapa armada di rute Ambon-Masohi yang menyediakan bus non-ekonomi dengan AC, namun jumlahnya terbatas.

Di mana terminal bus utama di Ambon?
Terminal Mardika, terletak di pusat kota dekat Pelabuhan Yos Soedarso. Ini adalah terminal induk untuk semua trayek antar kota dalam provinsi.

Perjalanan darat di Maluku memang menawarkan pengalaman yang berbeda dengan daerah lain. Jangan heran jika bus berhenti di tengah jalan untuk menurunkan sayur atau ikan. Fleksibilitas adalah kunci. Sebelum berangkat, selalu cek kondisi cuaca dan tanyakan jadwal terkini kepada petugas terminal. Perjalanan yang lancar dimulai dari persiapan yang matang.

Reporter: Sutomo
Back to top