MALUKU — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan rekrutmen besar-besaran ini bukan sekadar penambahan jumlah personel, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian sumber daya alam. "Sebagai tahap awal, Kementerian Kehutanan akan merekrut 23.000 personel Polhut secara bertahap dalam tiga tahun ke depan," kata Raja Juli dalam unggahan Instagram yang dikutip Kamis (16/7). Target akhirnya, jumlah Polhut di bawah Kemenhut mencapai 25 ribu personel.
Angka 23 ribu rekrutan itu sekaligus mengkonfirmasi usulan yang sempat disampaikan Raja Juli dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR pada 14 Januari 2026 lalu. Kala itu, ia mengusulkan tambahan 21 ribu personel Polhut. "Kementerian Kehutanan mengusulkan penambahan Polhut kurang lebih sebesar 21 ribu personel," paparnya dalam rapat.
Usulan tersebut muncul setelah serangkaian bencana banjir dan longsor di Sumatra yang diduga kuat dipicu oleh deforestasi masif. Raja Juli mengaku telah menghitung rasio ideal berdasarkan luas kawasan hutan Indonesia saat ini. Dengan tambahan personel, setiap Polhut nantinya bertanggung jawab mengawasi 5.000 hektare hutan.
Data Kemenhut menunjukkan jumlah Polhut eksisting hanya 4.800 orang. Artinya, negara masih kekurangan lebih dari 20 ribu personel untuk mencapai standar ideal. Kesenjangan ini selama ini menjadi celah lemahnya pengawasan terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan, seperti pembalakan liar dan perambahan.
Raja Juli menegaskan penguatan Polhut adalah prioritas di bawah kepemimpinannya. Ia menyebutnya sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan hutan Indonesia tetap lestari bagi generasi mendatang. "Sekaligus memastikan sumber daya alam tetap lestari bagi generasi mendatang," tulisnya.
Dalam video yang diunggah, Raja Juli memberikan instruksi spesifik kepada seluruh jajaran Polhut. Ia meminta personel untuk bekerja secara profesional dan disiplin. "Aturan-aturan mainnya, dibuat secara ketat jangan masuk angin," ucap dia.
Pernyataan itu menekankan bahwa penambahan jumlah personel harus diimbangi dengan integritas dan kepatuhan pada prosedur. Kemenhut tengah menyusun aturan main yang lebih ketat untuk memastikan Polhut baru tidak terjebak dalam praktik-praktik yang merugikan negara.
Rekrutmen akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun ke depan. Kemenhut belum merinci jadwal pasti pembukaan pendaftaran untuk setiap angkatan. Namun, sumber di lingkungan kementerian menyebutkan proses seleksi akan dimulai dalam waktu dekat, dengan prioritas pada penguatan di wilayah-wilayah rawan deforestasi seperti Sumatra dan Kalimantan.
Langkah ini menjadi ujian bagi Kemenhut di bawah kepemimpinan Raja Juli. Target 25 ribu Polhut dalam tiga tahun adalah ambisi besar yang membutuhkan komitmen pendanaan dan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk pengadaan formasi.