AMBON — Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Unpatti, Dr. Fransina Matakena, membuka acara dengan pemukulan tifa. Ia didampingi Ketua Prodi Ilkom Said Lestaluhu dan Wakil Dekan III Dr. Mike J. Rolobessy.
Dalam sambutannya, Fransina mengapresiasi inisiatif mahasiswa semester empat yang dinilainya relevan dengan perkembangan teknologi. "Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi digital," ujarnya.
Dimitri R. Masbait membuka sesi dengan paparan soal fenomena User Generated Content dalam tren ulasan produk. Firdaus Hasan kemudian mengulas peluang dan tantangan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan.
Nurdiana Zyva menyoroti echo chamber yang memicu polarisasi opini politik di media sosial. Sementara itu, Taufik G. Makatitta memaparkan eskalasi cyberbullying yang dipicu netizen justice.
Maria F. Reyaan mengangkat isu pelecehan seksual daring terhadap laki-laki. Topik ini dinilai masih jarang dibahas di ruang publik.
Dua dosen penanggap, Yuniar S. Waliulu dan Aksa Noya, memberikan apresiasi. Yuniar menilai para pemateri mampu menghadirkan perspektif baru terhadap fenomena digital yang berkembang.
Aksa Noya menekankan agar rekomendasi yang disampaikan tidak berhenti di forum ini. "Di mana pun kalian berada nanti—baik saat masih berstatus mahasiswa, setelah lulus, maupun ketika sudah bekerja—kalian harus terus mendorong rekomendasi-rekomendasi ini dan bertindak sebagai agent of change," tegasnya.
Dekan FISIP Unpatti, Dr. Wahab Tuanaya, menutup kegiatan secara resmi dengan prosesi pemukulan tifa. Mahasiswa Ilkom angkatan 2024 berharap edukasi literasi digital terus berkembang demi menciptakan ruang siber yang sehat dan bertanggung jawab di Maluku.