5 Tempat Ngopi Murah di Maluku dengan Wifi Cepat, Nyaman buat Nongkrong dan Kerja Remote

Penulis: Fajar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 17:12:53 WIB
Wifi cepat dan kopi murah tersedia di lima tempat ngopi di Maluku yang cocok untuk nongkrong dan kerja remote.

Orang Maluku tahu betul bagaimana cuaca tropis yang panas bisa langsung terobati dengan segelas kopi hitam manis sambil duduk di depan kipas angin. Tapi buat perantau atau wisatawan yang kerja remote, tantangannya bukan cuma rasa kopi—soal sinyal internet jadi urusan vital.

Dari pengalaman bolak-balik nongkrong di Ambon dan beberapa pulau di Maluku Tengah, saya coba merangkum lima tempat yang menurut saya layak disebut sebagai “tempat ngopi murah dengan wifi cepat”. Bukan daftar kafe hits yang lagi viral di TikTok, tapi tempat yang beneran saya datangi sendiri dan wifinya gak bikin putus asa.

1. Kopi Kita, Batu Merah — Klasik, Murah, Jaringan Stabil

Di Jalan Pantai Mardika, persis di pertigaan menuju Batu Merah, ada warung kopi sederhana bernama Kopi Kita. Tempatnya kecil, cuma beberapa meja plastik, tapi selalu ramai sampai malam.

Wifinya gratis dan stabil—saya pernah menghabiskan tiga jam di sini untuk meeting Zoom. Suara ombak dari pelabuhan Yos Soedarso malah jadi white noise yang bikin fokus. Satu gelas kopi susu di sini harganya bervariasi, lebih murah dari segelas bubble drink di mal. Yang bikin betah, pemiliknya ramah dan gak keberatan kalau kamu duduk lama sambil buka laptop.

2. Kedai Kopi Aroma, Passo — Tempat Favorit Mahasiswa dan Pekerja Remote

Di kawasan Passo, tepat di seberang kampus Universitas Pattimura, ada kedai kopi yang jadi andalan anak kuliahan. Namanya Kedai Kopi Aroma. Tempatnya lapang, banyak colokan listrik, dan yang paling penting: wifinya kencang.

Saya pernah ke sini pas hari libur dan tetap bisa upload file besar ke cloud tanpa hambatan. Menu andalannya kopi hitam tubruk dan kopi susu gula aren. Untuk ukuran tempat ngopi murah di Maluku, porsinya pas dan rasanya gak kalah sama kafe modern di kota besar. Kalau datang sore, siap-siap rebutan meja karena banyak yang kerja sambil nugas.

3. Warung Kopi Tua, Kota Ambon — Suasana Tua, Internet Modern

Di gang kecil dekat Pasar Mardika, ada warung kopi yang sudah berusia puluhan tahun. Dindingnya kayu lapuk, mejanya dari papan bekas, tapi justru di situlah letak karakternya. Pemiliknya, seorang bapak paruh baya, memasang wifi sendiri untuk menarik pengunjung muda.

Saya iseng coba streaming YouTube di sini dan buffering-nya minim. Kopi hitamnya disajikan dalam gelas kaca tebal, tanpa gula kalau pesan pahit. Harganya termasuk yang paling murah di Ambon—cukup dengan uang sepuluh ribuan kamu sudah bisa duduk berjam-jam. Tempat ini pas buat kamu yang cari suasana lokal kental tanpa embel-embel modern.

4. Kedai Kopi Saparua, Pulau Saparua — Oase Digital di Pulau Kecil

Banyak yang mengira di pulau-pulau kecil Maluku sinyal internet susah. Ternyata tidak selalu. Di Pulau Saparua, tepatnya di Desa Saparua, ada kedai kopi milik anak muda setempat yang menyediakan wifi dengan kecepatan lumayan. Tempatnya bernama Kedai Kopi Saparua, dekat dengan pelabuhan feri.

Pertama kali ke sini, saya ragu apakah wifinya bisa dipakai untuk kerja. Nyatanya, saya bisa mengirim email dan browsing tanpa masalah. Menu kopinya variatif, dari kopi hitam biasa sampai kopi susu jahe. Harganya masih masuk akal untuk ukuran tempat di pulau. Kalau kamu kerja remote dan kebetulan traveling ke Saparua, ini salah satu tempat yang layak disinggahi.

5. Kedai Kopi Banda Neira, Pulau Banda — Kopi Pala dan Internet Stabil

Di Pulau Banda Neira, ada kedai kopi kecil yang dikelola oleh komunitas pemuda setempat. Tempatnya berada di dekat Benteng Belgica, dengan pemandangan laut langsung. Nama kedainya sederhana: Kedai Kopi Banda Neira.

Selain kopi robusta lokal, mereka juga menyajikan kopi campuran pala—minuman khas Banda yang unik. Wifinya gratis untuk pengunjung, dan kecepatannya cukup untuk video call asal tidak terlalu ramai. Saya pernah menghabiskan dua jam di sini sambil menulis artikel, ditemani angin laut dan suara ombak. Harganya murah, pas untuk backpacker yang ingin tetap terhubung dengan dunia luar tanpa meninggalkan suasana pulau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua tempat ngopi di Maluku punya wifi gratis?
Tidak semua. Banyak warung kopi tradisional di kampung yang belum menyediakan wifi. Sebaiknya tanya dulu ke pemilik atau cek review di Google Maps sebelum datang.

Berapa rata-rata harga secangkir kopi di Maluku?
Harga bervariasi tergantung lokasi dan jenis kopi. Untuk tempat ngopi murah, biasanya mulai dari kisaran yang setara dengan harga segelas teh di warung biasa. Cek langsung ke tempatnya untuk informasi terkini.

Apakah wifi di kafe Maluku cukup untuk meeting online?
Di kafe yang saya sebutkan di atas, wifinya cukup stabil untuk meeting Zoom atau Google Meet, asal tidak terlalu banyak pengguna. Namun, untuk keamanan, siapkan paket data cadangan.

Apakah ada kafe di Maluku yang buka 24 jam?
Beberapa warung kopi di pusat kota Ambon buka hingga larut malam, tapi jarang yang buka 24 jam. Sebaiknya cek jam operasional terbaru sebelum berkunjung.

Apakah kafe di Maluku ramah untuk pekerja remote?
Ya, terutama di kafe yang sering dikunjungi mahasiswa atau pekerja digital. Mereka biasanya menyediakan colokan listrik dan wifi gratis. Tapi jangan harap ada meja kerja khusus seperti di coworking space kota besar.

Maluku punya pesona yang jarang diekspos: kopi lokal yang kuat, pemandangan laut yang tenang, dan komunitas yang ramah. Kalau kamu kerja remote atau sekadar butuh tempat nongkrong murah dengan wifi cepat, lima tempat di atas bisa jadi pilihan. Jangan lupa bawa power bank sendiri—karena colokan listrik di beberapa tempat masih terbatas.

Reporter: Fajar
Back to top