DPRD Maluku Dukung Groundbreaking Blok Masela, Desak Hak Masyarakat Adat Tidak Dikorbankan Demi Investasi Ratusan Triliun

Penulis: Fajar  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 17:19:31 WIB
DPRD Maluku mendukung groundbreaking Blok Masela dengan catatan perlindungan hak masyarakat adat tetap dijaga.

AMBON — Proyek Gas Abadi Blok Masela di Maluku bakal memasuki tahap groundbreaking pada 15 Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam seremoni tersebut.

Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun menegaskan dukungan lembaganya terhadap proyek yang masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) itu. Namun ia menyertakan catatan penting.

Apa yang Dikhawatirkan DPRD dari Proyek Ratusan Triliun Itu?

"Keberhasilan proyek Gas Abadi Blok Masela tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi atau dampaknya terhadap perekonomian nasional," kata politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa BGW itu.

Menurut Benhur, tolok ukur utama justru ada pada sejauh mana masyarakat Maluku, khususnya warga di wilayah terdampak, memperoleh manfaat yang adil dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa hak-hak masyarakat adat harus tetap terlindungi.

Perjalanan Panjang Sejak 1998

Cadangan gas Blok Masela pertama kali ditemukan pada 1998. Dua dekade lebih kemudian, proyek baru memasuki tahap groundbreaking pada 2026.

"Proyek tersebut telah melalui perjalanan panjang yang melibatkan perjuangan berbagai pihak," ujar Benhur. Ia mengingatkan bahwa proses investasi sebesar ini tidak boleh mengabaikan kepentingan warga lokal.

DPRD Dorong Keseimbangan Investasi dan Perlindungan Warga

DPRD Maluku menyatakan mendukung seluruh proses investasi yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Namun dukungan itu harus dibarengi komitmen pemerintah untuk memastikan perlindungan bagi masyarakat.

Benhur menegaskan bahwa sebagai lembaga yang mewakili aspirasi rakyat Maluku, DPRD akan mengawal proses tersebut. Ia berharap groundbreaking pada Juli mendatang menjadi momentum yang benar-benar membawa kesejahteraan bagi warga terdampak.

Reporter: Fajar
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top