BPS Maluku Tengah Peringatkan Inflasi Juni 2026 Terus Naik, Cabai hingga Ikan Jadi Biang Kerok

Penulis: Saiful  •  Senin, 29 Juni 2026 | 21:02:01 WIB
BPS Maluku Tengah memprediksi inflasi Juni 2026 naik akibat kenaikan harga cabai dan bawang merah.

MASOHI — Inflasi di Kabupaten Maluku Tengah diprediksi kembali merangkak naik pada Juni 2026. Kepala BPS setempat, Richard Thenu, mengungkapkan sejumlah komoditas pangan strategis sudah menunjukkan tren kenaikan harga yang signifikan sejak pekan keempat bulan ini.

“Inflasi periode bulan kemarin yang dirilis BPS sebesar 1,34 persen. Untuk Juni ini diperkirakan akan sedikit mengalami kenaikan karena ada beberapa faktor yang ikut memengaruhi perkembangan harga di pasar,” kata Richard kepada wartawan di Kantor Bupati Maluku Tengah, Senin (29/6/2026).

Daftar Komoditas Penyumbang Inflasi Terbaru

Berdasarkan pemantauan BPS hingga akhir Juni, setidaknya ada tiga kelompok pangan yang harganya melonjak. Pertama, komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Kedua, hasil perikanan tangkap yang pasokannya mulai terhambat faktor cuaca.

Richard menjelaskan, kenaikan harga cabai dan bawang merah dipicu efek berantai dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. “Ketika harga Pertamax naik, harga-harga di pasar juga mulai berangsur naik,” ujarnya.

Musim Timur Pukul Pasokan Ikan Nelayan

Di sektor perikanan, kondisi laut yang mulai bergelora akibat musim timur menjadi penyebab utama. Frekuensi nelayan melaut berkurang drastis, sehingga pasokan ikan segar ke pasar-pasar di Maluku Tengah ikut menurun.

“Kita sudah memasuki musim timur. Ketika laut bergelora, frekuensi nelayan melaut berkurang sehingga ketersediaan komoditas perikanan ikut menurun. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga komoditas pangan,” jelas Richard.

Ancaman El Nino: Puncaknya Agustus 2026

Richard juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera bersiap menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Fenomena ini berpotensi memicu kekeringan dan mengganggu produksi pertanian lokal.

“Pemerintah daerah harus mulai menyiapkan treatment atau mitigasi sejak dini untuk mengantisipasi gejolak alam akibat fenomena El Nino. Jika tidak dimitigasi dengan baik, pasokan komoditas pangan akan berkurang dan berpotensi memicu kenaikan harga serta inflasi di Maluku Tengah,” tegas Richard.

BPS mengaku telah mengikuti rapat koordinasi secara hibrida bersama Kementerian Dalam Negeri yang membahas langkah antisipasi menghadapi El Nino. Pihaknya berharap pemda segera menyusun strategi menjaga stabilitas pasokan pangan agar inflasi tetap terkendali.

Reporter: Saiful
Sumber: radiodms.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top