AMBON — Sekitar 22 dari setiap 100 keluarga di Maluku mengalami kondisi fatherless, yakni ayah hadir secara fisik tetapi tidak aktif dalam pengasuhan maupun kehidupan rumah tangga. Angka ini mendorong Pemprov Maluku dan Perwakilan BKKBN setempat meluncurkan GAT-Link, sebuah program edukasi khusus bagi ASN laki-laki, pada peringatan Harganas ke-33, Senin lalu.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa peran ayah di rumah tangga tidak berhenti pada memberi uang belanja atau membayar biaya sekolah. "Tugas Anda tidak selesai ketika Anda telah mengirimkan uang belanja atau membayar biaya sekolah," ujarnya dalam sambutan.
Ia mengajak para ayah membangun kedekatan emosional dengan anak melalui komunikasi hangat, menjadi teladan, serta hadir secara fisik dan psikologis di setiap tahap tumbuh kembang anak. Forum Komunitas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di lingkungan Pemprov Maluku telah dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 796 Tahun 2026.
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Edi Setiawan menjelaskan, GAT-Link menitikberatkan pada empat dimensi utama pengasuhan. Pertama, membangun interaksi emosional yang erat dengan anak. Kedua, meningkatkan aksesibilitas atau kehadiran ayah dalam kehidupan sehari-hari anak.
Ketiga, memperkuat tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan fisik, pendidikan, dan kesehatan anak. Keempat, meningkatkan keterlibatan ayah dalam pekerjaan domestik yang berkaitan dengan pengasuhan. "GAT-Link diharapkan menjadi contoh bahwa ASN juga harus mampu menjadi teladan sebagai ayah yang hadir, bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional dan aktif mendampingi keluarga," kata Edi.
Data BKKBN menunjukkan 22 persen keluarga di Maluku berada dalam situasi fatherless. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan. Edi menekankan bahwa gerakan bersama diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan melalui keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga.
Program GAT-Link merupakan bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Sasaran utamanya adalah ASN laki-laki agar mampu menjadi teladan di lingkungan kerja dan masyarakat.