MALUKU — Kecelakaan atau kebakaran di jalan tol bisa terjadi kapan saja. Untuk mengantisipasi hal itu, pengelola Jalan Tol Makassar menggelar simulasi darurat berskala besar yang melibatkan sejumlah perusahaan strategis dan instansi pemerintah.
Dalam latihan yang berlangsung Minggu (28/6) itu, peserta mensimulasikan empat skenario utama. Mulai dari evakuasi korban di ruas Tol Layang A.P. Pettarani, pengaturan arus lalu lintas saat kondisi darurat, hingga penanganan kebakaran kendaraan.
Seluruh rangkaian dirancang untuk mengukur efektivitas prosedur, kecepatan respons, serta sinergi antarinstansi. Ini penting karena setiap detik sangat menentukan dalam penyelamatan korban.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama perusahaan. “Melalui simulasi ini kami ingin memastikan seluruh prosedur, personel, peralatan, dan mekanisme koordinasi dapat berjalan dengan baik saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam situasi darurat, kecepatan respons dan sinergi antarinstansi sangat menentukan keberhasilan penanganan di lapangan. Simulasi berkala menjadi alat evaluasi untuk menjaga kesiapan operasional jalan tol.
Region Manager HSSE Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga, Ryan Hendra, menilai latihan bersama ini memiliki peran strategis. “Penanganan keadaan darurat membutuhkan kolaborasi yang baik dari seluruh pihak. Melalui simulasi ini, setiap instansi dapat memahami peran dan pola koordinasi yang harus dijalankan,” katanya.
Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menambahkan bahwa latihan serupa penting untuk mengasah kesiapan personel di lapangan. “Selain menguji pemahaman terhadap prosedur keselamatan, simulasi ini juga meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan respons cepat,” ungkapnya.
Usai simulasi, seluruh pihak menggelar evaluasi di Hotel Mercure Makassar. Forum itu digunakan untuk mengidentifikasi pembelajaran selama latihan dan menyempurnakan mekanisme koordinasi penanganan darurat di Jalan Tol Makassar.
Pengelola jalan tol berharap sinergi antarinstansi semakin kuat sehingga tercipta sistem keselamatan yang andal dan responsif. Pengguna jalan juga diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan sebelum bepergian, serta melaporkan kondisi berbahaya ke Sentra Komunikasi di nomor 1500-147.