JAKARTA — IHSG dibuka melemah 10,81 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.873,07 pada Kamis (25/6/2026). Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut turun 1,02 poin atau 0,18 persen ke posisi 577,15.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, secara teknikal level support IHSG berada di 5.784, 5.720, atau 5.677. Sementara resistance di level 5.993 sampai 6.052 atau 6.171. "Strategi yang disarankan adalah wait and see atau buy on weakness," ujarnya dalam kajian di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, investor masih berhati-hati menanti laporan keuangan Micron yang menjadi indikator prospek industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI). Meski saham teknologi tertekan aksi ambil untung, Liza menyebut pelaku pasar belum menunjukkan tanda-tanda rotasi besar-besaran keluar dari saham growth.
Di sisi lain, pelemahan signifikan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi. "Penurunan harga energi mendorong investor memangkas proyeksi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed, yang tercermin dari turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS," jelas Liza.
Perkembangan geopolitik di Timur Tengah menunjukkan perbaikan. AS dan Iran melanjutkan implementasi kesepakatan damai sementara yang ditandatangani pekan lalu. Negosiasi teknis dijadwalkan berlanjut di Swiss pekan depan dengan Pakistan dan Oman sebagai mediator utama.
"Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali meningkat seiring dibukanya jalur strategis tersebut, sehingga membantu menurunkan premi risiko geopolitik di pasar energi," ujar Liza.