MALUKU — Kepastian soal nasib subsidi kendaraan listrik di Indonesia kembali molor. Setelah sempat diisukan bakal diumumkan pada Juni 2026, pemerintah justru memundurkan jadwal pengumuman kebijakan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya masih mengkaji ulang skema insentif yang akan diberikan.
"Insentif sepeda motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan," kata Airlangga dikutip dari Antara, Rabu (24/6/2026).
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyetujui usulan Kementerian Perindustrian untuk memberikan subsidi kendaraan listrik. Dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Selasa (5/5/2026), disepakati total kuota sebanyak 200 ribu unit yang terdiri dari mobil dan motor listrik.
Khusus untuk motor listrik, Purbaya sempat membocorkan angka subsidi sebesar Rp 5 juta per unit. “Tadi saya ketemu dengan Menteri Perindustrian tadi pagi, saya tanya apa yang bisa didorong. Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026.
Sayangnya, skema tersebut belum juga dieksekusi. Bendahara Negara mengakui insentif EV batal dilaksanakan pada Juni 2026 dan kembali ditunda. "Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (26/5/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah belum rampung melakukan perhitungan sebelum memutuskan kebijakan ini. "Ada perhitungan yang masih dihitung," ujarnya singkat.
Penundaan ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat konflik Amerika Serikat versus Iran. Pemerintah berharap subsidi kendaraan listrik bisa menjadi tameng untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional. "Jadi ke depan harusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan ekonomi kita," lanjut Purbaya.
Bagi calon pembeli motor listrik yang sudah menunggu insentif sejak awal tahun, penundaan ini jelas menjadi kabar kurang menyenangkan. Pasalnya, rencana awal pemerintah adalah menerapkan kebijakan subsidi motor listrik dan mobil listrik sekitar Juni 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga dan keempat tahun ini.
Dengan molornya pengumuman hingga Juli 2026, efektivitas insentif dalam menggenjot penjualan di semester kedua tahun ini pun mulai dipertanyakan. Publik hanya bisa menunggu kepastian skema subsidi yang akan diumumkan pemerintah bulan depan.