AMBON — BPBD Kota Ambon mencatat 53 jiwa terdampak bencana longsor yang dipicu hujan intensitas tinggi pada Jumat (8/5) hingga Sabtu (9/5). Satu rumah di BTN Gadihu Indah, Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, ambruk dan terseret ke jurang sedalam 15-20 meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Ambon, longsor juga merusak sembilan rumah lain di kawasan BTN Gadihu. Dari jumlah itu, dua unit masuk kategori rusak berat, tiga unit rusak sedang, dan tiga unit rusak ringan. Satu rumah lainnya laporan masih diverifikasi.
Di luar BTN Gadihu, longsor terjadi di Lembah Argo, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Jumat pukul 04.00 WIT. Material longsor merusak dapur dan kamar mandi milik keluarga Dominggus Anthony. Di lokasi terpisah, pohon durian tumbang di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Lateri, menimpa rumah keluarga Alan Adriaansz pada pukul 08.00 WIT.
Longsor di BTN Gadihu tak hanya merusak hunian. Jalan di kompleks perumahan itu amblas, mengganggu mobilitas warga. BPBD bersama Dinas Sosial dan PLN langsung turun ke lapangan. “Kita koordinasi dengan PLN untuk pemadaman aliran listrik demi menghindari risiko lebih besar,” kata Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, Sabtu.
BPBD mendirikan tenda darurat dan menyiapkan makanan siap saji bagi warga terdampak. Sebanyak 53 jiwa mengungsi sementara. Frits menyebut rumah-rumah yang rusak berat sangat terancam jika terus dihuni.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Kota Ambon. Hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang masih berpotensi terjadi di Kecamatan Sirimau, Baguala, Nusaniwe, Teluk Ambon, dan Leitimur Selatan. BPBD mencatat ancaman longsor baru di Batu Gajah, Kelurahan Batu Meja; Lorong Tebok, Galunggung; dan belakang Gedung SD Muhammadiyah 2 Ambon di Desa Waiheru.
“Kami himbau warga agar menjaga lingkungan tempat tinggalnya dengan baik. Jika kondisi sudah rawan, sebaiknya mengungsi sementara demi keselamatan,” ujar Frits.
Data BPBD per Sabtu mencatat total kerusakan: dua rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan, dan tujuh rumah terancam. Infrastruktur jalan di BTN Gadihu Residence juga terdampak parah. BPBD terus melakukan diseminasi informasi melalui media sosial dan berkoordinasi dengan BMKG untuk update prakiraan cuaca.
Bantuan logistik sudah disalurkan ke lokasi pengungsian. BPBD berencana mendirikan tenda pengungsian tambahan jika hujan kembali mengguyur dengan intensitas tinggi.