AMBON — Polda Maluku menyatakan kesiapan penuh menyukseskan Sensus Ekonomi garapan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku. Selain menerjunkan personel pengamanan, kepolisian turut membantu sosialisasi agar masyarakat tidak ragu memberikan data akurat kepada petugas lapangan.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyebut dukungan kepolisian sebagai faktor krusial bagi kesuksesan agenda ini. Karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan menuntut mobilitas tinggi serta jaminan keamanan ekstra bagi petugas di lapangan.
“Kami berharap sinergi bersama Polda Maluku memperkuat pelaksanaan sensus sehingga pendataan berjalan aman dan optimal,” ujar Maritje. Menurutnya, data hasil sensus menjadi fondasi vital dalam penyusunan kebijakan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
BPS menekankan bahwa keakuratan data bergantung pada kemampuan petugas menjangkau seluruh pelaku ekonomi tanpa hambatan keamanan. Pendampingan aparat penegak hukum diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik saat proses wawancara berlangsung.
Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto memastikan jajarannya bakal menyesuaikan jumlah personel dengan kebutuhan teknis tiap wilayah. Peran polisi melampaui aspek keamanan; mereka juga bertugas mengedukasi warga tentang pentingnya keterbukaan data demi kemajuan daerah.
“Sensus ekonomi berperan strategis mendukung arah pembangunan nasional. Karena itu, Polda Maluku siap memberikan pengamanan, pengawalan, dan sosialisasi agar pelaksanaannya lancar serta menghasilkan data akurat,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto.
Polda Maluku juga mengoptimalkan sarana komunikasi institusi untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Langkah ini bertujuan meyakinkan masyarakat bahwa seluruh data yang mereka berikan bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk perencanaan pembangunan ekonomi.
Dalam rencana operasionalnya, BPS Maluku melibatkan personel kepolisian secara langsung dalam pendampingan lapangan. Namun, sebelum terjun ke lokasi, para anggota Polri wajib mengikuti pelatihan teknis terlebih dahulu.
Pembekalan ini bertujuan agar aparat memahami prosedur standar operasional (SOP) pendataan ekonomi secara mendalam. Kehadiran polisi di lapangan harus tetap profesional dan terintegrasi penuh dengan tugas teknis para petugas sensus.
Komitmen pengamanan ini difinalisasi saat Kapolda menerima audiensi jajaran BPS Maluku di Mapolda, Jumat (8/5/2026). Pertemuan tersebut menandai koordinasi intensif kedua lembaga sebelum tahapan lapangan dimulai serentak di 11 kabupaten/kota se-Maluku.