AMBON — Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Haji Antara Provinsi Maluku tahun 1447 Hijriah mencatatkan kemajuan signifikan dalam aspek pelayanan. Kehadiran sistem jalur cepat atau fast track di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menjadi pembeda utama yang mempermudah mobilitas jemaah.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saodah Tuanakotta/Tethool, memantau langsung proses keberangkatan ini pada Jumat (8/5/2026). Ia menyebut skema baru tersebut sangat efektif memangkas prosedur birokrasi yang biasanya melelahkan bagi jemaah, terutama kelompok lansia.
Dengan sistem ini, seluruh pemeriksaan dokumen keimigrasian pemerintah Arab Saudi diselesaikan sepenuhnya di Indonesia sebelum keberangkatan. Dampaknya, jemaah tidak perlu lagi mengantre lama untuk urusan paspor saat mendarat di bandara tujuan.
“Pengaturan pemberangkatan tahun ini sangat baik. Dengan adanya sistem fast track, urusan pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi sudah diselesaikan sepenuhnya di Indonesia. Hal ini membuat jemaah menjadi lebih mudah, dan tidak perlu lagi mengantre panjang saat tiba di Tanah Suci,” kata Saodah.
Ia menilai kesiapan panitia dalam menerapkan sistem pelayanan unggulan membuat seluruh tahapan berlangsung lancar. Koordinasi yang matang memastikan setiap jemaah dapat mengikuti jadwal penerbangan secara tepat waktu tanpa kendala teknis yang berarti.
Selain aspek teknis imigrasi, Saodah menyoroti kualitas layanan pendukung seperti penyediaan konsumsi dan pendampingan petugas di lapangan. Ia menganggap pemenuhan kebutuhan dasar jemaah selama masa transit di Makassar dikelola dengan sangat saksama.
Atas kelancaran tersebut, DPRD Maluku memberikan apresiasi kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara Provinsi Maluku. Kerja keras tim di lapangan dianggap berhasil memberikan standar pelayanan yang memuaskan bagi para tamu Allah asal Bumi Raja-Raja.
“Kami mengapresiasi seluruh panitia yang sudah bekerja keras melayani jemaah. Harapannya, sistem pelayanan unggulan seperti ini terus dipertahankan, dan bahkan ditingkatkan lagi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin maksimal,” ungkapnya.
Menutup tinjauannya, Saodah mengingatkan para jemaah agar senantiasa memprioritaskan kondisi fisik selama berada di Arab Saudi. Perbedaan iklim dan kepadatan agenda ibadah menuntut stamina yang prima dari setiap individu.
Ia berharap seluruh jemaah asal Maluku dapat mengikuti arahan petugas dengan disiplin agar seluruh rukun haji tertunaikan dengan sempurna. Doa terbaik dipanjatkan agar seluruh rombongan kembali ke Maluku dalam kondisi selamat dan meraih predikat haji yang mabrur.