Tottenham Hotspur memetik kemenangan vital 2-1 atas Aston Villa pada Minggu kemarin guna menjaga asa bertahan di Premier League. Hasil ini membawa The Lilywhites naik ke peringkat aman dan menggeser West Ham United saat kompetisi menyisakan tiga pertandingan lagi.
Kemenangan tipis di kandang Villa menjadi nafas lega bagi skuad asuhan Roberto De Zerbi dalam persaingan menghindari jurang degradasi. Namun, tiga poin tersebut sempat dibayangi narasi bahwa Tottenham hanya menang karena menghadapi tim pelapis. Manajer Villa, Unai Emery, memang melakukan tujuh perubahan pada starting XI miliknya pasca laga semifinal Europa League kontra Nottingham Forest tengah pekan lalu.
Roberto De Zerbi bereaksi keras terhadap anggapan bahwa timnya beruntung menghadapi skuad rotasi. Ia merujuk pada hasil Nottingham Forest yang melakukan delapan perubahan pemain namun justru mampu melibas Chelsea 3-1 di Stamford Bridge pada Senin lalu. Menurutnya, rotasi bukan jaminan sebuah tim menjadi lemah, terutama di kompetisi seketat Liga Inggris.
"Starting XI Forest mungkin melakukan lebih banyak perubahan daripada Aston Villa, bukan? Mereka unggul 2-0 di babak pertama dan tidak ada yang protes. Villa tetap memainkan Matty Cash, Victor Lindelof, hingga kapten mereka Tyrone Mings," ujar De Zerbi dengan nada tegas.
Pelatih asal Italia itu juga memuji kualitas pemain Villa lainnya seperti Ian Maatsen, Youri Tielemans, hingga lini depan yang diisi Jadon Sancho dan Tammy Abraham. De Zerbi menegaskan bahwa skuad yang dihadapi Tottenham tetaplah tim papan atas dengan kedalaman materi pemain yang luar biasa.
De Zerbi justru mengingatkan bahwa kondisi internal Tottenham jauh lebih pincang dibandingkan lawan mereka. The Lilywhites harus bertanding tanpa pilar utama seperti Cristian Romero, Dejan Kulusevski, Mohammed Kudus, hingga James Maddison. Nama terakhir bahkan masih absen panjang akibat cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang merusak musimnya.
"James Maddison belum siap bermain, baik secara ritme maupun intensitas pertandingan. Kita bicara soal Premier League, liga tersulit dalam hal intensitas. Kami juga masih kehilangan kiper Guglielmo Vicario," ungkap De Zerbi terkait badai cedera yang menimpa timnya.
Kabar buruk lainnya datang dari Dominic Solanke yang dipastikan absen saat Tottenham menjamu Leeds United pada Senin mendatang. De Zerbi hanya bisa berharap sang striker bisa kembali merumput saat melakoni laga krusial kontra Chelsea di pekan berikutnya.
Di tengah perjuangan bertahan hidup di kasta tertinggi, De Zerbi mulai menyusun rencana skuad untuk musim depan. Fokus utamanya adalah mempermanenkan status Joao Palhinha yang saat ini dipinjam dari Bayern Munich. Tottenham memiliki opsi pembelian permanen di angka €30 juta untuk gelandang asal Portugal tersebut.
"Seratus persen saya ingin dia bertahan. Kita harus mulai membangun tim dari orang-orang seperti ini. Lebih dari sekadar pemain, kami butuh sosok yang bisa diandalkan. Palhinha adalah salah satu yang terbaik dan memiliki kepribadian serta semangat yang kami butuhkan," pungkasnya.