Satgas PKH Bersihkan Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak Maluku

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:59:29 WIB
Satgas PKH bersama Kodam XV/Pattimura membersihkan area tambang emas ilegal di Gunung Botak, Maluku.

BURU — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melakukan tindakan tegas dengan mengusir seluruh pelaku penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. Operasi ini menandai pengambilalihan kembali lahan negara yang selama ini dikuasai penambang tanpa izin.

Pangdam XV/Pattimura, Mayor Jenderal Dody Triwinarto, menyatakan bahwa pembentukan tim terpadu ini merupakan bentuk sinergi lintas sektoral. Langkah tersebut diambil untuk menyelamatkan ekosistem yang rusak akibat aktivitas tambang di Provinsi Maluku secara keseluruhan.

"Pembentukan tim terpadu Provinsi Maluku adalah sinergi lintas sektoral untuk menyelamatkan ekosistem dan menertibkan lahan hutan dari penambangan ilegal, khususnya di Gunung Botak, Kabupaten Buru dan Provinsi Maluku secara keseluruhan," ujar Mayjen Dody Triwinarto, Senin (04/05/2026).

Operasi Pembersihan: Bongkar Basecamp hingga Bilik Prostitusi

Dalam pelaksanaannya, personel Kodam XV/Pattimura bersama Satgas PKH melakukan penyisiran menyeluruh di area tambang. Petugas tidak hanya menyasar lubang-lubang galian emas, tetapi juga meratakan fasilitas pendukung ilegal yang berdiri di atas kawasan hutan lindung tersebut.

Sejumlah tempat penambangan, basecamp para pekerja, hingga bilik-bilik prostitusi yang menjamur di sekitar lokasi dibongkar secara paksa. Menariknya, operasi ini juga melibatkan partisipasi sebagian masyarakat dan penambang yang secara sukarela membantu proses pembongkaran bangunan di lokasi tersebut.

Klaim dari pihak Satgas menyebutkan bahwa masyarakat setempat kini telah sepakat untuk menghentikan seluruh kegiatan penambangan emas ilegal. Kesepakatan ini menjadi poin penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Gunung Botak ke depan.

Koordinasi Strategis TNI dan Pemerintah Daerah

Sebelum aksi lapangan dilakukan, Wakil Ketua Pelaksana I atau Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal Richard Tampubolon, telah menggelar rapat koordinasi khusus. Pertemuan ini melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta perwakilan tokoh masyarakat untuk memetakan kondisi terkini di lapangan.

Dalam rapat tersebut, Satgas meminta pemda dan kelompok masyarakat proaktif memberikan informasi detail mengenai rencana penertiban. Langkah persuasif tetap dikedepankan sebelum pasukan diterjunkan untuk menyisir kawasan hutan yang menjadi titik utama penambangan ilegal.

Kini, kawasan Gunung Botak berada dalam pengawasan ketat Kodam XV/Pattimura. Penjagaan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi oknum penambang yang kembali masuk ke area tersebut, sembari menunggu program pemulihan lahan hutan dijalankan oleh instansi terkait.

Reporter: Sutomo
Back to top