Karhutla 6 Hektare di Ambon Dipadamkan, 11 Titik Panas Keyakinan Tinggi Terpantau di Maluku

Penulis: Ragil  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 09:31:01 WIB
Petugas Dinas Kehutanan Provinsi Maluku memadamkan kebakaran lahan semak belukar seluas sekitar enam hektare di Ambon.

AMBON — Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Haikal Baadilla menyebut lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar dan kebun campur berstatus Areal Penggunaan Lain (APL). Kebakaran terjadi pada dua area dengan luas masing-masing sekitar tiga hektare.

Luas kebakaran masih bersifat sementara. Verifikasi lanjutan akan dilakukan melalui pemetaan menggunakan drone.

Pemadaman Dimulai Pukul 14.00 WIT, Berlanjut hingga Malam

Upaya pemadaman dimulai pukul 14.00 WIT oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku. Penanganan diperkuat dengan dukungan personel dan peralatan dari unsur terkait yang tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIT.

Petugas mengerahkan mobil slip-on, kendaraan operasional, mobil tangki air, selang, nozzle, dan jetshooter untuk mengendalikan kobaran api. Area pertama selesai dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIT.

Penanganan area kedua berlanjut hingga pukul 22.30 WIT melalui proses mopping up atau penanganan sisa bara api. Langkah itu ditempuh guna mencegah kebakaran kembali terjadi.

Pemantauan lanjutan dijadwalkan pada Rabu (21/10/2026), terutama untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

11 Titik Panas Keyakinan Tinggi Terpusat di Tiga Kabupaten

Di tengah penanganan karhutla di Siwang, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran titik panas di sejumlah kabupaten dan kota. Hasil pemantauan pada Selasa (20/10/2026) mencatat 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), 352 titik menengah (medium confidence), dan enam titik rendah (low confidence).

"Untuk kategori high confidence, terdapat 11 titik panas yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak satu titik, Kabupaten Maluku Barat Daya delapan titik, dan Kabupaten Seram Bagian Barat dua titik," ungkap Baadilla.

Titik panas kategori medium dan low terpantau di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, serta Kota Ambon.

Titik Panas Belum Tentu Kebakaran, Ini Tindak Lanjutnya

Baadilla menjelaskan, titik panas merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan. Pemeriksaan itu untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran di lokasi yang terdeteksi.

Pemantauan berkala dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan guna mengantisipasi potensi kebakaran serta mencegah api meluas ke kawasan lain.

Dinas Kehutanan Provinsi Maluku mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Reporter: Ragil
Sumber: suarapemerintah.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top