MALUKU — Abdil Majid Rahman menyabet emas kesembilan Indonesia di Asian Para Games 2026 lewat nomor 100m Breaststroke SB7, disusul Barce Layaba/Leli Marlina yang menutup emas ke-10 dari final ganda campuran tenis meja. Tambahan dua emas pada Kamis (22/10) membawa kontingen Merah Putih mengoleksi 10 emas, 10 perak, dan 27 perunggu.
Abdil turun di kolam renang dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik. Perenang Indonesia itu mengungguli wakil China Zhang Yilong dan atlet Malaysia Shahafiq Bin Abdullah yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.
Kemenangan Abdil terbilang dominan. Ia jauh melampaui catatan waktu Saulet Rakhamberdi dari Kazakhstan, Ho Van Dao asal Vietnam, serta Edwin Villanueva dari Filipina yang finis di urutan empat sampai enam.
Medali emas ke-10 Indonesia datang dari meja tenis. Pasangan ganda campuran Barce Layaba/Leli Marlina menaklukkan Kim Younggun/Moon Sunghye dari Korea Selatan dengan skor 3-1 di partai final.
Jalan Barce/Leli menuju puncak tidak mulus. Di babak delapan besar, mereka menghadapi wakil Thailand Wanchai Chaiwut/Wassana Sringam dan menang 3-1 untuk memastikan tempat di semifinal.
Ujian terberat muncul di semifinal. Berhadapan dengan pasangan China Zhang Bian/Peng Zhengyang, Barce/Leli harus melalui pertarungan ketat sebelum menang 3-2 dan mengunci tiket final.
Indonesia juga menambah satu medali perak melalui Mutiara Cantik Harsanto. Ia finis kedua di nomor women's 100m Breaststroke SB9.
Dengan tambahan dua emas dan satu perak, total medali kontingen Indonesia kini berjumlah 47. Rinciannya:
Cabang renang dan tenis meja menjadi penyumbang utama emas Indonesia pada hari ke-22 Oktober tersebut. Abdil Majid menyumbang emas dari nomor breaststroke SB7, sementara Barce/Leli membuktikan daya juang di final ganda campuran setelah melewati semifinal lima gim melawan China.