AMBON — Ethly Johannis Alfaris sehari-hari bertugas sebagai Ketua Tim Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Di luar tugas kenegaraan itu, ia aktif sebagai model iklan komersial, pembawa acara, presenter program kuliner di televisi nasional, hingga wajah sejumlah brand fashion Indonesia. Hobi musik dan bernyanyi melengkapi portofolio kreatifnya.
Jalan Ethly ke panggung First Face Indonesia 2026 tidak lurus. Mula-mula ia mendaftar sebagai Regional Director, posisi yang bertugas mengurusi dan mengirimkan wakil Maluku ke kompetisi. Di tengah proses, ia memilih beralih haluan dan tampil sendiri sebagai kontestan.
Keputusan itu diambil untuk menyelaraskan diri dengan tema utama ajang tahun ini, "The Future Leader". Menurut Ethly, seorang pemimpin sejati harus mampu melahirkan pemimpin baru.
"Buat beta, seorang pemimpin sejati harus mampu menciptakan pemimpin baru (leader creates leader), dan pembuktian itu harus dimulai dari keberanian memimpin diri sendiri sebelum menginspirasi orang lain," ujarnya.
Ethly merumuskan prinsip kepemimpinannya dalam akronim LOVE — Learn, Opportunity, Value, Empowering. Empat unsur itu ia terjemahkan sebagai belajar, membuka peluang, memberi nilai tambah, dan memberdayakan sesama.
"Leadership bukan sekadar berdiri di depan. Bagi saya, kepemimpinan adalah keberanian untuk terus belajar (Learn), menangkap dan membuka peluang (Opportunity), memberikan nilai tambah (Value), serta merangkul dan memberdayakan sesama (Empowering)," tegasnya.
Formula itu bukan sekadar retorika panggung. Ethly menyebut langkahnya di kompetisi ini sebagai cara membuktikan bahwa anak-anak Maluku punya ruang tumbuh dan peran yang lebih luas di tingkat nasional.
"Sebagai putra Maluku, saya ingin membawa nama daerah bukan sekadar untuk pencapaian pribadi, melainkan untuk membuktikan bahwa anak-anak Maluku memiliki potensi besar untuk tumbuh, mengambil peran, dan memberikan dampak yang lebih luas," kata Ethly.
Dukungan moral mengalir dari sejumlah pihak di daerah. Ethly mendapat motivasi dan arahan dari Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, saat berada di Ambon. Ia juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan dukungan jajaran Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku.
Di Jakarta, Ethly diterima langsung Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku, Saiful Indra Patta. Pertemuan itu menjadi kesempatan menyerap masukan sekaligus memperluas perspektif soal kontribusi nyata pemuda daerah di tingkat nasional. Badan Penghubung juga membekalinya dengan penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Bagi Ethly, dorongan tersebut bukan sekadar modal tampil di panggung nasional. Ia menyebutnya sebagai pengingat bahwa perjuangan seorang anak daerah menyangkut bagaimana kesempatan yang didapat bisa membuka jalan bagi generasi penerus.
First Face Indonesia 2026 berlangsung 27-30 Oktober di Jakarta. Kompetisi ini memadukan tiga ranah sekaligus: pageantry, modeling, dan showbiz. Bagi kontestan dari daerah, panggung semacam ini menjadi ajang memperkenalkan identitas kedaerahan ke audiens nasional.
Ethly membawa misi itu dari Maluku. Ia berharap langkahnya memantik keberanian pemuda Indonesia Timur untuk bersuara, mengambil kesempatan, dan memberi dampak bagi bangsa.