Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS, Pasar Antisipasi RDG BI

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:35:01 WIB
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.985 per dolar AS pada Rabu (21/10).

MALUKU — Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.985 per dolar AS pada Rabu (21/10), menguat 7 poin atau 0,04 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan tipis terjadi saat mayoritas mata uang Asia justru melemah terhadap dolar AS. Pelaku pasar menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan sore ini.

Posisi rupiah pada perdagangan pagi berada di Rp17.985/US$, hanya bergerak tipis dari penutupan sebelumnya. Penguatan 0,04 persen menempatkan mata uang Garuda di zona konsolidasi, bukan tren penguatan tajam.

Pergerakan rupiah tidak sejalan dengan mayoritas mata uang kawasan Asia yang justru melemah terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,04 persen, dan Dolar Singapura turun 0,05 persen. Ringgit Malaysia menjadi pengecualian dengan apresiasi 0,04 persen.

Yen dan Won Ikut Tertekan, Dolar Australia Justru Menguat

Mata uang utama Asia lainnya kompak melemah. Yen Jepang terdepresiasi 0,08 persen, won Korea Selatan turun 0,05 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen terhadap greenback.

Di kelompok mata uang negara maju, euro melemah 0,09 persen dan poundsterling Inggris turun 0,04 persen. Dolar Australia menjadi yang paling menonjol dengan penguatan 0,26 persen. Sementara dolar Kanada melemah 0,01 persen dan franc Swiss turun 0,18 persen.

RDG BI Sore Ini Jadi Penentu Arah Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak terbatas sepanjang hari ini. Faktor utama yang ditunggu pasar adalah hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas oleh antisipasi kenaikan suku bunga dalam RDG BI sore ini. Sentimen di pasar ekuitas domestik masih akan mendikte rupiah, yang apabila kembali membaik akan kembali mendukung," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/10).

Menurut Lukman, rentang pergerakan rupiah hari ini berada di antara Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS. Level tersebut memberi ruang penguatan sekitar 135 poin dari posisi pagi, sekaligus membatasi pelemahan maksimal 15 poin.

Keputusan Suku Bunga Jadi Katalis Utama

Ekspektasi kenaikan suku bunga BI menjadi magnet bagi aliran modal masuk jangka pendek. Imbal hasil obligasi domestik yang lebih tinggi biasanya mendorong investor asing menambah porsi kepemilikan surat utang negara, yang pada gilirannya menopang permintaan terhadap rupiah.

Namun, dampak tersebut tidak otomatis besar. Penguatan hanya 7 poin pagi ini menunjukkan pasar sudah memperhitungkan skenario kenaikan suku bunga. Reaksi signifikan baru akan muncul jika BI memberi sinyal arah kebijakan yang berbeda dari konsensus, misalnya indikasi siklus pengetatan berlanjut hingga akhir tahun.

Bagi pelaku usaha yang memiliki kewajiban valas, rentang Rp17.850–Rp18.000 bisa dimanfaatkan untuk lindung nilai bertahap. Sementara investor obligasi perlu mencermati durasi portofolio jika kenaikan suku bunga ternyata lebih agresif dari perkiraan.

Ekuitas Domestik Masih Jadi Penentu Tambahan

Lukman menyebut sentimen pasar saham domestik turut menentukan arah rupiah. Jika indeks kembali menguat dan arus dana asing masuk ke pasar ekuitas, tekanan beli terhadap rupiah akan bertambah. Sebaliknya, aksi jual bersih oleh investor asing bisa menahan laju apresiasi.

Kombinasi hasil RDG BI dan respons pasar ekuitas sore nanti akan menentukan apakah rupiah mampu bertahan di bawah Rp18.000 atau justru berbalik melemah menembus level psikologis tersebut.

Reporter: Sutomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top