AMBON — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Elna Anakotta menyatakan edukasi kepada pelajar menjadi bagian penting untuk memperluas pengetahuan masyarakat tentang Tb. Materi yang disampaikan mencakup gejala, cara penularan, hingga pentingnya pemeriksaan dan pengobatan sejak dini.
"Bukan cuma penemuan kasus yang ingin kami sasar, tetapi bagaimana penanggulangan, pengobatan dan pencegahan kepada anak-anak itu karena mereka adalah generasi bangsa," kata Elna di Ambon, Senin.
Sosialisasi digelar Klinik Utama Lawamena Bhakti Kesehatan Provinsi Maluku di SMA Negeri 11 Ambon. Kegiatan menyasar sekitar 200 siswa kelas XI untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya TBC dan langkah pencegahannya.
Para siswa dibekali pemahaman soal gejala Tb yang perlu diwaspadai, mekanisme penularan, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pendekatan ini dipilih agar siswa dan keluarga tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Data penanggulangan Tb di Maluku menunjukkan pada 2025 dari target penemuan 1.793 kasus TBC anak, baru 494 kasus atau sekitar 27,6 persen yang berhasil ditemukan. Pada 2026, dari target 1.488 kasus Tb anak, sebanyak 310 anak telah ditemukan atau sekitar 20,8 persen.
Angka itu menunjukkan masih besarnya tantangan menjangkau anak-anak yang diduga menderita Tb agar menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan tepat waktu. Elna menegaskan perluasan penemuan kasus harus disertai kepastian pengobatan berkelanjutan serta pencegahan bagi kontak erat yang memenuhi kriteria.
Kondisi geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan memengaruhi jangkauan pelayanan kesehatan. Jarak antarpulau, transportasi, ketersediaan tenaga kesehatan, dan fasilitas