AMBON — Tiga tempat usaha yang terbakar terdiri atas dua warung nasi Padang dan satu kios sembako. Dua warung itu masing-masing milik Mustafa Ardi dan Ampi Leleulya, sementara kios sembako adalah Kios Haikel milik Yusran Heldin. Ketiganya dilaporkan hangus.
Selain bangunan usaha, api menjalar ke bagian atap gudang logistik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku. Di Polsek Baguala, kebakaran merusak atap dan plafon ruang lalu lintas, ruang provos, serta ruang unit pembinaan masyarakat (Binmas).
Kepolisian belum memastikan penyebab kebakaran. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun, api diduga berasal dari dapur warung nasi Padang milik Mustafa Ardi. Dugaan sementara di lokasi menyebut api muncul dari lantai dua warung tersebut, yang menyimpan sejumlah kompor untuk memasak.
Polisi menyatakan dugaan itu masih memerlukan penyelidikan lanjutan sebelum disimpulkan.
Ida Wasahua, saksi yang sedang bertugas sift malam di warung nasi Padang, menuturkan mendengar teriakan seorang pengemudi ojek yang memberitahukan adanya kebakaran di sekitar pertigaan Polsek Baguala. Saat itu Ida berjaga bersama rekannya, Susi Buton.
Setelah mendengar teriakan itu, Ida membangunkan rekan-rekannya yang sedang tidur. Mereka bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.
Ampi Leleulya, pemilik warung nasi Padang Sari Minang, terbangun setelah mendengar teriakan kakaknya, Endi Kesaulia. Ampi melihat api membesar dari dapur warung milik Mustafa.
Ia bersama Endi dan Sami Lesnusa sempat berupaya memadamkan api secara manual. Upaya itu gagal karena api telanjur membesar dan merambat ke warung Sari Minang, sehingga mereka menyelamatkan diri ke jalan.
Yusran Heldin, pemilik Kios Haikel, juga mendengar teriakan bahwa warung nasi Padang di dekat kiosnya terbakar. Ia langsung membangunkan istri dan anaknya untuk keluar dari bangunan.
Empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan water cannon tiba di lokasi sekitar pukul 01.15 WIT. Petugas memadamkan api hingga sekitar pukul 03.00 WIT.
Upaya tersebut berhasil memadamkan api dan mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain. Tidak ada korban dari unsur personel dalam keterangan kepolisian.
Kapolsek Baguala, Inspektur Polisi Satu Esterlina Titiheru, bersama Wakapolsek Baguala, Ajun Inspektur Polisi Satu E. Risakotta, tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIT. Polisi membantu proses pemadaman, meminta keterangan saksi, dan memasang garis polisi di tempat kejadian perkara.