Rektor Unpatti Gagas MusicMetric, Instrumen Penilaian Kampus Berbasis Musik Maluku

Penulis: Fajar  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:01:01 WIB
Rektor Unpatti menyampaikan gagasan Unpatti MusicMetric kepada mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti di Ambon.

AMBON — Gagasan Unpatti MusicMetric disampaikan Leiwakabessy di hadapan peserta yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti. Ia menilai pengembangan musik dan warisan budaya Maluku perlu didukung pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), tanpa mengabaikan nilai seni dan identitas budaya masyarakat setempat.

Menurut Rektor, AI dapat membantu mengolah data secara detail dan mengembangkan berbagai karya kreatif. Meski begitu, kepekaan manusia tetap dibutuhkan untuk menjaga karakter dan rasa dalam musik Maluku.

"Teknologi AI saat ini berkembang sangat cepat dan mampu mengolah data secara detail. Namun, rasa musik dan identitas budaya Maluku yang khas tidak boleh hilang. Sentuhan rasa manusia tetap menjadi kunci utama," ujarnya.

Pengalaman Lagu Berbasis AI dan Arah Unpatti MusicMetric

Leiwakabessy juga membagikan pengalamannya menerima sebuah lagu yang mengangkat perjalanan kariernya, mulai dari dosen hingga menjadi rektor. Lirik lagu tersebut disusun menggunakan AI.

Melalui Unpatti MusicMetric, ia berharap kampus itu dapat mengambil peran dalam pengembangan standar akademik berbasis seni musik. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem kebudayaan dan mendukung Ambon sebagai City of Music.

Tiga Agenda Utama Menuju World Class University

Selain pengembangan musik, Rektor menegaskan arah kemajuan Unpatti bertumpu pada tiga agenda utama, yakni digitalisasi, transformasi, dan internasionalisasi menuju World Class University atau universitas berkelas dunia.

Ia mendorong dosen dan seluruh sivitas akademika memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi serta mitra internasional, khususnya di kawasan Asia dan Pasifik.

"Kita perlu memperluas kolaborasi internasional, terutama dengan negara-negara di Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea, serta kawasan Pasifik. Indonesia Timur adalah masa depan Indonesia, dan kita harus maju bersama melalui kemitraan strategis ini," katanya.

Apresiasi untuk Dubes hingga Penerima Hibah Diaspora

Dalam kesempatan itu, Leiwakabessy menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun. Apresiasi juga diberikan kepada Founder OPUS Solutions Limited dan Global Ambassador for Indonesia Hong Kong Cyberport, Dennis Tedja.

Selain itu, apresiasi disampaikan kepada musisi senior Dharma Oratmangun dan Prof. Wilma Latuny, Ph.D., penerima Hibah Diaspora Berdampak Diktisaintek Batch I yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Roadmap dan Kelompok Kerja Ekosistem Digital Warisan Budaya

Sebagai tindak lanjut, program ini akan diarahkan pada penyusunan peta jalan atau roadmap, blueprint, serta pembentukan kelompok kerja atau working group. Kelompok kerja itu bertugas mengembangkan ekosistem digital warisan budaya Maluku.

Langkah lanjutan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan dan pelestarian warisan musik Maluku. Upaya itu akan ditempuh melalui kolaborasi akademik, pemanfaatan teknologi digital, serta jejaring internasional.

Reporter: Fajar
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top