Kemenperin Bantah Pasar Otomotif Lesu, Produksi Mobil Tumbuh 13,4 Persen

Penulis: Saiful  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 14:34:02 WIB
Produksi kendaraan roda empat nasional mencapai 859 ribu unit pada Januari-Agustus 2026 atau tumbuh 13,4 persen.

MALUKU — Kementerian Perindustrian menegaskan pasar otomotif nasional tidak lesu, dengan produksi kendaraan roda empat Januari-Agustus 2026 mencapai 859 ribu unit atau tumbuh 13,4 persen. Penjualan domestik mobil diklaim naik 20,1 persen, sementara sepeda motor mencatat produksi 4,79 juta unit. Data itu disampaikan dalam pembukaan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta membeberkan angka-angka tersebut saat membacakan sambutan Menteri Perindustrian dalam pembukaan IMX 2026. Menurutnya, pertumbuhan produksi dan penjualan membuktikan industri otomotif Indonesia berada dalam kondisi baik.

"Dua sektor ini menunjukkan satu hal yang sama, pasar otomotif Indonesia terus tumbuh. Mungkin ada yang pesimis terhadap pasar otomotif di tahun ini, namun data menunjukkan sebaliknya," ujar Setia, dikutip Senin (12/10).

Produksi Mobil Tembus 859 Ribu Unit

Data Kemenperin mencatat produksi kendaraan roda empat sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 859 ribuan unit, tumbuh 13,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan domestik mobil diklaim meningkat 20,1 persen.

Angka itu menjadi dasar Kemenperin membantah anggapan bahwa pasar otomotif nasional sedang lesu. Pertumbuhan penjualan domestik yang lebih tinggi dari produksi menunjukkan serapan pasar dalam negeri tetap kuat.

Sepeda Motor Naik 3,4 Persen, Terbesar Ketiga Dunia

Industri sepeda motor tidak ketinggalan mencatatkan pertumbuhan. Produksi roda dua mencapai 4,79 juta unit atau naik 3,4 persen di periode yang sama, dengan penjualan domestik tumbuh 2,2 persen.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai industri roda dua terbesar ketiga di dunia. Posisi ini memperkuat basis produksi sepeda motor nasional di tengah pasar global yang fluktuatif.

Dampak ke Industri Modifikasi dan Aftermarket

Kemenperin menilai pertumbuhan pasar kendaraan baru berpotensi memberikan dampak positif bagi industri modifikasi dan aftermarket. Semakin banyak kendaraan yang beredar, semakin terbuka peluang industri pendukung tumbuh.

"Pasar kendaraan baru terus tumbuh, dan pertumbuhan inilah yang akan melimpah pada industri hilir nantinya. Di situlah peran Anda semua, para modifikator, builder, dan pelaku aftermarket," kata Setia.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan pelaku industri modifikasi yang hadir dalam IMX 2026. Ajang tersebut menjadi ruang bagi builder dan pelaku aftermarket untuk menunjukkan karya sekaligus membaca arah pasar kendaraan baru.

Klaim Kemenperin vs Persepsi Pasar

Bantahan Kemenperin muncul di tengah anggapan sejumlah kalangan bahwa pasar otomotif tahun ini lesu. Data produksi dan penjualan yang dipaparkan menjadi dasar pemerintah mempertahankan proyeksi pertumbuhan sektor otomotif.

Bagi konsumen, pertumbuhan penjualan yang diklaim positif berarti pilihan model dan varian kendaraan baru tetap bertambah. Persaingan antar merek juga berpotensi menjaga harga dan skema promo tetap kompetitif sepanjang tahun.

Reporter: Saiful
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top