MALUKU — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan APBN dan BUMN dalam kelolaan Danantara bekerja layaknya saudara kembar untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto. Keduanya disebut saling melengkapi, bukan dua instrumen yang terpisah.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan tidak ada sekat lebar antara instrumen fiskal negara dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Koordinasi keduanya dinilai berjalan beriringan demi sasaran pembangunan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Suahasil di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Ia menyebut hubungan kedua instrumen itu erat, bahkan bisa disebut sebagai anak kembar.
"Fiskal sama Danantara itu saudara kembar, kerjanya bareng, sinerginya harus terjadi, komunikasinya harus lancar," kata Suahasil.
Pembentukan Danantara pada 2025 menjadi tonggak penting dalam pengelolaan kekayaan negara. Aset BUMN yang selama ini berstatus kekayaan negara dipisahkan kini diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Suahasil menjelaskan, keberadaan Danantara memperbesar kapasitas investasi negara. Seluruh kekayaan negara yang dipisahkan disatukan, disinergikan, dan didorong lebih efisien.
"Membentuk Danantara meningkatkan kapasitas investasi, menggabungkan seluruh kekayaan negara yang dipisahkan, menyinergikan, serta membuatnya lebih efisien," ujarnya.
Ia juga menyinggung peran Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria dalam mengurai ruang efisiensi. Menurut Suahasil, efisiensi itu membuat Danantara bisa bekerja lebih kuat bersama APBN.
Di sisi lain, Danantara memastikan dividen BUMN tidak disetorkan ke kas negara. COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan dana tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek strategis.
Sebelumnya sempat muncul rencana penyetoran dividen BUMN sebesar Rp 120 triliun untuk memperkuat pembiayaan APBN. Dony mengonfirmasi hingga kini belum ada rencana pengalihan dividen ke kas negara.
"Sampai sejauh ini belum ada ya, saya rasa enggak," ucap Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Dony memberi sinyal dividen BUMN akan dihimpun untuk memperluas ekspansi bisnis. Dana diprioritaskan masuk ke sejumlah proyek yang membuka lapangan kerja baru.
Pengelolaan dividen menjadi kewenangan penuh Danantara dalam mengorkestrasi perusahaan pelat merah. Arahnya menyasar proyek hilirisasi dan sejumlah sektor lain.
"Kan kita mau membangun banyak proyek hilirisasi dan lain sebagainya untuk membuka lapangan pekerjaan," tegas Dony.
Pernyataan Suahasil menegaskan posisi Danantara bukan sebagai pengganti APBN, melainkan pelengkap. Bagi pelaku pasar, kejelasan soal dividen BUMN yang tetap dikelola Danantara menjadi sinyal arah belanja negara ke depan.